Berita
DPD ABI Kabupaten Kediri Turut Menguatkan Jati Diri Bangsa lewat Ruwat Agung Soekarno

Kediri, 16 Juni 2026 – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kabupaten Kediri turut berperan aktif dalam pelaksanaan Ruwat Agung Soekarno dan Kirab Budaya Jati Diri Bangsa yang digelar di Situs Ndalem Pojok–Pesantren Jati Diri Bangsa, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Minggu (14/6). Dalam kegiatan tersebut, DPD ABI terlibat sebagai panitia bidang humas sekaligus berperan dalam mobilisasi dan koordinasi kehadiran peserta dari berbagai komunitas budaya, keagamaan, dan unsur masyarakat.
Baca juga: DPD ABI Kediri Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila di Situs Persada Soekarno
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pengelola Situs Ndalem Pojok bersama Perkumpulan Instruktur Penggiat Jati Diri Bangsa (PIPJATBANG) ini dibuka oleh Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol. Langgeng Utomo. Acara tersebut juga dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Kediri, delapan Kapolres se-Karesidenan Kediri, tokoh lintas agama, budayawan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Langgeng Utomo menegaskan pentingnya penguatan jati diri bangsa sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan global sekaligus mendukung pembangunan nasional. Menurutnya, konsep Trisakti yang digagas Bung Karno masih sangat relevan sebagai pedoman dalam merespons dinamika geopolitik internasional saat ini.

Melalui Ruwat Agung Soekarno, berbagai elemen masyarakat bersinergi merawat sejarah, memperkuat identitas nasional, dan menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Untuk mewujudkan kedaulatan politik yang bebas dari pengaruh asing, pekerjaan rumah bangsa Indonesia adalah membangun kemandirian ekonomi melalui semangat gotong royong nasional,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa arus globalisasi dan budaya kapitalisme dapat memunculkan berbagai persoalan sosial, seperti lunturnya nilai-nilai kebangsaan, meningkatnya individualisme, hingga melemahnya solidaritas sosial. Karena itu, seluruh elemen bangsa diajak untuk kembali memperkuat semangat gotong royong, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Baca juga: DPW ABI Jateng dan Tokoh Lintas Agama Kecam Dua Insiden Intoleransi di Karanganyar dan Surakarta
Rangkaian kegiatan meliputi doa lintas agama, Kirab Jati Diri Bangsa, panglukatan patung, serta refleksi sejarah perjalanan hidup Bung Karno. Acara ini sekaligus menjadi momentum peringatan perubahan nama Sang Proklamator dari Koesno menjadi Soekarno.
Ketua Panitia Pelaksana, Kus Hartono, menjelaskan bahwa Situs Ndalem Pojok memiliki posisi penting dalam sejarah kehidupan Bung Karno. Berdasarkan tradisi lisan keluarga, di tempat inilah nama Soekarno dianugerahkan oleh Raden Mas Mendung atas restu sesepuh Raden Mas Panji Soemosoewoyo.
“Melalui Ruwat Agung ini, kami ingin memulihkan kembali karakter dan mentalitas jati diri bangsa yang mulai memudar serta membangkitkan semangat Soekarno dalam jiwa generasi muda menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Kus Hartono juga menyampaikan bahwa Pesantren Jati Diri Bangsa selama ini telah memberikan pelatihan dan pembinaan kepada pelajar tingkat SMA dari delapan kabupaten di Jawa Timur mengenai nilai-nilai jati diri bangsa, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan.
Partisipasi DPD ABI Kabupaten Kediri dalam kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pelestarian sejarah, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam merawat persatuan dan jati diri bangsa Indonesia. [HMP Kediri]
Baca juga: ABI dan Kemenlu RI Buka Peluang Pasar Global bagi Pelaku Usaha melalui Halal Expo Indonesia 2026




