Internasional
Yaman Peringatkan Arab Saudi: Hentikan Campur Tangan atau Hadapi Konsekuensi

Ahlulbait Indonesia, 18 Juli 2026 — Menteri Pertahanan Yaman, Mayor Jenderal Mohammad Nasser al-Athafi, memperingatkan Arab Saudi agar segera menghentikan intervensinya di Yaman. Ia menegaskan, jika Riyadh tetap melanjutkan blokade dan campur tangan militer, Yaman siap meningkatkan eskalasi dan memberikan respons yang lebih keras.
Menurut laporan Fars News Agency pada Sabtu (18/726), Al-Athafi menyatakan Angkatan Bersenjata Yaman berada dalam kesiapan penuh untuk melaksanakan setiap instruksi yang dikeluarkan pemimpin Ansarullah, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, apabila blokade terhadap rakyat Yaman terus berlanjut.
“Seluruh opsi kami terbuka. Semua satuan Angkatan Bersenjata berada pada tingkat kesiapan yang tinggi, dan kesiapan itu terus ditingkatkan dalam beberapa hari terakhir. Kami siap melaksanakan setiap instruksi terkait persamaan blokade dibalas blokade, bandara dibalas bandara, dan pelabuhan dibalas pelabuhan.”
Ia menegaskan bahwa Yaman kini memiliki kemampuan militer yang mampu memaksakan “persamaan baru” di medan konflik. Menurutnya, negara yang mampu bertahan selama lebih dari satu dekade menghadapi perang dan blokade juga akan mampu mempertahankan kedaulatannya pada fase berikutnya.
Al-Athafi menambahkan bahwa kepemimpinan Yaman memahami penderitaan rakyat akibat perang dan blokade yang berkepanjangan, seraya menegaskan kondisi tersebut tidak akan dibiarkan berlangsung tanpa batas. Ia juga memuji peran suku-suku Yaman yang terus mendukung perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan menolak campur tangan asing.
Dalam pernyataannya, Menteri Pertahanan Yaman menegaskan keterlibatan Arab Saudi di negaranya merupakan bagian dari agenda Amerika Serikat dan Israel. Menurutnya, tanpa intervensi asing, Yaman memiliki peluang besar untuk membangun perekonomian dan memulihkan stabilitas nasional.
Al-Athafi mengatakan Arab Saudi kini dihadapkan pada dua pilihan: menghentikan seluruh bentuk intervensi di Yaman atau menghadapi eskalasi konflik yang lebih luas.
“Arab Saudi memiliki dua pilihan: menghentikan campur tangannya di Yaman atau menuju eskalasi menyeluruh. Jika memilih yang kedua, Angkatan Bersenjata Yaman siap menghadapinya.”
Ia menutup pernyataannya dengan peringatan tegas bahwa setiap upaya menghancurkan Yaman pada akhirnya akan berbalik menghantam Arab Saudi sendiri.
“Kerugian akan menimpa Arab Saudi yang berusaha menghancurkan Yaman. Cepat atau lambat, kehancuran itu akan kembali kepada mereka selama mereka tidak menghentikan campur tangan di negeri kami.” []







