Internasional
Yaman: Tangan Washington Berlumuran Darah Anak-anak Iran

Ahlulbait Indonesia, 17 Juli 2026 – Kementerian Luar Negeri Yaman mengecam keras serangan udara Amerika Serikat di sekitar Rumah Sakit Anak Penderita Kanker Shahid Baghaei di Ahvaz, Iran. Dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (16/7), Sanaa menilai serangan tersebut sebagai kejahatan perang dan menyatakan “tangan Amerika Serikat berlumuran darah anak-anak Iran.”
Pernyataan itu menyebut serangan yang menghantam area rumah sakit memaksa otoritas Iran mengevakuasi seluruh pasien demi menghindari jatuhnya korban jiwa. Menurut Kementerian Luar Negeri Yaman, tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa Keempat Tahun 1949 yang mengatur perlindungan warga sipil pada masa perang.
Baca juga: Bukti Baru Ungkap Peran UEA dan Kuwait dalam Serangan terhadap Iran
Sanaa menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas kesehatan yang merawat anak-anak penderita kanker tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun. Pemerintah Yaman menyebut insiden itu sebagai kelanjutan dari rangkaian tindakan militer Amerika Serikat terhadap Iran yang, menurut mereka, telah mengorbankan warga sipil, terutama anak-anak.
Dalam pernyataan tersebut, Yaman juga menyinggung serangan terhadap Sekolah Dasar Putri Minab, yang menewaskan lebih dari 165 siswi. Peristiwa itu disebut sebagai salah satu contoh berlanjutnya kejahatan yang dinisbatkan kepada Amerika Serikat terhadap rakyat Iran.
Kementerian Luar Negeri Yaman mendesak masyarakat internasional, terutama Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa serta berbagai organisasi hak asasi manusia, agar mengecam serangan tersebut. Menurut Sanaa, sikap diam terhadap insiden semacam itu hanya akan mendorong berlanjutnya tindakan serupa.
Baca juga: Trump Ultimatum Teheran untuk Kembali ke Meja Perundingan
Pada bagian akhir pernyataannya, Yaman juga mengkritik negara-negara yang selama ini mengklaim diri sebagai pembela hak asasi manusia. Sanaa menyerukan agar mereka menghentikan penerapan standar ganda dan mengambil sikap yang konsisten terhadap setiap pelanggaran hukum humaniter internasional.
Rumah Sakit Shahid Baghaei di Ahvaz mengalami kerusakan setelah serangan udara yang terjadi pada Rabu malam (15/7/2026) di sejumlah wilayah Kota Ahvaz, termasuk kawasan sekitar rumah sakit tersebut. Demi keselamatan pasien, seluruh penghuni rumah sakit dievakuasi dan dipindahkan ke sejumlah fasilitas kesehatan lain.
Rumah Sakit Shahid Baghaei merupakan salah satu pusat rujukan utama di Provinsi Khuzestan yang memberikan layanan khusus bagi pasien kanker dan penyakit darah, terutama anak-anak. Rumah sakit tersebut juga menerima pasien dari berbagai wilayah Khuzestan maupun provinsi-provinsi di sekitarnya. []
Baca juga: Menteri Pertahanan Israel: Kami Tidak Akan Tinggalkan Lebanon, Suriah, dan Gaza







