Internasional
Iran Gempur Tujuh Pangkalan Strategis Militer AS di Asia Barat

Ahlulbait Indonesia, 17 Juli 2026 — Angkatan Bersenjata Iran, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency pada Jumat (17/7), menyatakan telah melancarkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah pangkalan serta fasilitas militer Amerika Serikat di tujuh negara Asia Barat dalam 24 jam terakhir. Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari aksi balasan atas serangan Amerika Serikat terhadap Iran.
Infografik yang dipublikasikan Fars News menunjukkan bahwa sasaran operasi tidak hanya mencakup pangkalan udara, tetapi juga pusat komando dan kendali, instalasi radar, jaringan komunikasi satelit, hingga markas armada laut Amerika Serikat yang menjadi elemen penting dalam jaringan operasi militer Washington di kawasan.
Fasilitas yang disebut menjadi sasaran meliputi:
1. Suriah: Pangkalan Militer Al-Tanf, yang disebut berfungsi sebagai pusat komando operasi khusus.
2. Yordania: Pangkalan Udara Azraq, salah satu pusat pengawasan udara di wilayah timur Yordania.
3. Irak: Pangkalan Udara Ain al-Asad, salah satu instalasi militer terbesar Amerika Serikat di Irak.
4. Kuwait: Pangkalan Udara Ali Al Salem, Ahmad Al Jaber, serta kawasan Shaiba, yang disebut menjadi lokasi sistem radar, komunikasi satelit, dan dukungan pertahanan udara.
5. Bahrain: Pangkalan Udara Sheikh Isa dan markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat, yang berfungsi sebagai pusat operasi maritim Washington di Teluk Persia.
6. Qatar: Pangkalan Udara Al Udeid, pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di kawasan sekaligus pusat komando berbagai operasi udara regional.
7. Oman: Fasilitas radar di kawasan Salalah dan Ghanam, yang menurut infografik merupakan bagian dari jaringan pengawasan udara dan maritim Amerika Serikat di selatan Teluk Persia dan Laut Oman.

Menurut Fars News, seluruh fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur strategis militer Amerika Serikat di Asia Barat. Fungsinya mencakup pusat komando dan kendali, dukungan operasi udara, markas operasi khusus, sistem peringatan dini, jaringan komunikasi satelit, hingga radar pengawasan yang menopang proyeksi kekuatan militer Washington di kawasan.
Pada bagian penutup infografik, Angkatan Bersenjata Iran menegaskan bahwa rangkaian serangan tersebut merupakan respons terhadap serangan Amerika Serikat terhadap infrastruktur Iran. Teheran juga menyatakan bahwa operasi balasan akan terus berlanjut selama aksi militer Amerika Serikat terhadap Iran masih berlangsung. []







