Internasional
Iran Siapkan Pemakaman Akbar Imam Syahid Ali Khamenei

Ahlulbait Indonesia | 2 Juni 2026 — Pemerintah Kota Teheran mulai mematangkan persiapan besar-besaran untuk prosesi pemakaman “Imam Syahid” yang diperkirakan berlangsung selama tiga hari dan dihadiri jutaan pelayat dari berbagai wilayah Iran serta sejumlah negara di kawasan.
Baca juga: Pesan Pemimpin Tertinggi Iran dalam Peringatan 40 Hari Syahadah Imam Ali Khamenei
Menurut laporan Fars News Agency pada Selasa (2/6/2026), Wakil Wali Kota Teheran Bidang Sosial dan Budaya, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengatakan masyarakat akan diberi kesempatan mengikuti rangkaian penghormatan terakhir dalam beberapa tahap sebelum prosesi pemakaman utama dilaksanakan.
Menurutnya, lokasi utama acara kemungkinan dipusatkan di Musala Teheran atau kompleks makam Imam Khomeini. Keputusan final mengenai lokasi pelaksanaan dijadwalkan diumumkan dalam waktu dekat.
“Program tiga hari telah disiapkan agar masyarakat dapat hadir dan mengikuti prosesi penghormatan terakhir,” kata Tavakolizadeh.
Ia menjelaskan, setelah prosesi penghormatan dan salat jenazah selesai dilaksanakan, rangkaian pemakaman di Teheran diperkirakan berlangsung sedikitnya selama 24 jam penuh.
Setelah prosesi di ibu kota, acara penghormatan akan dilanjutkan ke Kota Qom dan Mashhad. Berdasarkan wasiat dan rekomendasi keluarga serta pihak terdekat, lokasi pemakaman disebut akan berada di dekat kompleks makam Imam Reza di Mashhad.
Baca juga: Pandangan Ayatullah Nouri Hamedani Terhadap Ayatullah Mojtaba: Faqih Mendalam dan Visioner
Pemerintah Iran juga memperkirakan Mashhad akan menjadi titik konsentrasi besar pelayat dari wilayah timur Iran dan negara-negara tetangga seperti Pakistan, Afghanistan, India, Bangladesh, dan Kashmir.
Tavakolizadeh mengatakan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), otoritas pengelola makam Imam Reza, serta sejumlah institusi terkait telah mulai menyiapkan skema pengamanan dan logistik untuk menampung arus pelayat dalam jumlah besar.
Menurutnya, koordinasi juga dilakukan dengan para wali kota dari berbagai kota besar Iran untuk membagi tanggung jawab dukungan logistik dan mobilisasi masyarakat selama prosesi berlangsung.
Sejumlah kota di sekitar Teheran seperti Karaj, Qazvin, Saveh, Semnan, Garmsar, dan Varamin diperkirakan menjadi titik transit dan lokasi penampungan sementara bagi peserta yang datang dari berbagai daerah. Pemerintah daerah disebut diminta menyiapkan fasilitas menginap bagi para pelayat sebelum memasuki Teheran.
Ia menambahkan bahwa prosesi pemakaman kemungkinan besar akan digelar pada akhir bulan Dzulhijjah atau awal Muharram, meski pembahasan mengenai waktu final masih berlangsung demi memastikan kesiapan teknis dan keamanan acara.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei: Rakyat Iran Menanam Benih Harapan untuk Mengenang Para Syuhada
Dalam keterangannya, Tavakolizadeh juga menekankan pentingnya menjaga karakter “heroik, revolusioner, dan rakyat” dalam seluruh rangkaian acara. Ia mengingatkan agar prosesi tidak berubah menjadi festival seremonial yang kehilangan nilai ideologis dan emosionalnya.
Menurutnya, pengalaman penyelenggaraan berbagai acara publik di Iran menunjukkan bahwa pendekatan yang terlalu bersifat festival justru dapat melemahkan kesinambungan partisipasi sosial masyarakat.
Di sisi lain, respons lintas negara terhadap rencana pemakaman mulai bermunculan. Tavakolizadeh mengungkapkan bahwa sejumlah kelompok suku, ulama, dan anggota parlemen Irak telah mengajukan permintaan untuk ikut menjadi tuan rumah atau terlibat dalam penyelenggaraan prosesi tersebut.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei Tegaskan Kelanjutan Kebijakan Perlawanan dan Dukungan bagi Mustadzafin
Namun hingga kini, pemerintah Iran baru memastikan tiga kota utama sebagai pusat penyelenggaraan resmi, yakni Teheran, Qom, dan Mashhad. Sementara kemungkinan pelaksanaan acara tambahan di Irak masih dalam tahap pembahasan.
Pemerintah Kota Teheran memperkirakan jumlah peserta yang hadir dalam prosesi utama dapat mencapai lebih dari 15 hingga 20 juta orang. Berbagai jalur prosesi dan skenario pengamanan disebut sedang dikaji untuk mengantisipasi kepadatan massa dan memastikan acara berlangsung dengan tingkat kesiapan maksimal. []
Baca juga: Para Maraji dan Ulama Besar Sambut Terpilihnya Ayatullah Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran







