Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz

Published

on

Kapal selam bawah permukaan nirawak AS yang disebut ditangkap IRGC di pintu masuk Selat Hormuz.

Media ABI, 9 September 2026 – Beberapa jam setelah Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan penangkapan sebuah kapal selam pintar nirawak di pintu masuk Selat Hormuz, seorang pejabat Amerika Serikat memberikan keterangan kepada Reuters mengenai insiden tersebut.

Baca juga: Iran Ubah Strategi Pertahanan dengan Rudal Balistik Qasem Basir

Menurut Kantor Berita Fars pada Rabu, 9 September 2026, pejabat AS tersebut mengatakan sebuah kapal selam militer Amerika mengalami gangguan teknis saat beroperasi di bawah air.

Kepada Reuters, pejabat yang berbicara tanpa menyebutkan namanya itu mengatakan gangguan terjadi “lebih dari satu hari sebelumnya”. Dia juga mengklaim kapal selam nirawak tersebut merupakan model lama yang tidak dilengkapi perangkat navigasi rahasia maupun peralatan untuk menentukan jarak menggunakan gelombang suara.

Fars menilai keterangan tersebut belum dapat dipandang sebagai konfirmasi terbuka bahwa kapal selam nirawak yang diumumkan IRGC telah jatuh ke tangan Iran. Kantor berita tersebut mengaitkannya dengan pola komunikasi Pentagon dalam menyampaikan informasi mengenai operasi militer dan perkembangan perang.

Dalam beberapa bulan terakhir, Pentagon mendapat kritik karena dinilai menutup sebagian informasi terkait perang atau menyampaikannya secara bertahap.

Baca juga: AS Tak Mungkin Menang Cepat dalam Perang Melawan Iran

Sebelumnya, analis politik Morteza Simiyari mengatakan kepada Fars bahwa kapal selam bawah permukaan nirawak atau Unmanned Underwater Vehicles merupakan salah satu teknologi penting dalam armada Angkatan Laut AS. Penggunaan wahana tanpa awak memungkinkan pengurangan biaya sekaligus memperpanjang masa operasi. Menurut Simiyari, karakteristik tersebut membuat kapal jenis ini memiliki peran penting dalam sejumlah misi Komando Pusat AS atau CENTCOM.

Simiyari mengatakan kapal selam nirawak Amerika yang dimaksud dirancang dan dibuat oleh salah satu perusahaan penting di Texas. Kapal tersebut dilengkapi sistem otonom dan memiliki kemampuan membawa muatan. Menurutnya, kemampuan tersebut membuat kapal itu tidak hanya digunakan untuk pengintaian dan patroli laut, tetapi juga memiliki kemampuan ofensif. []

Baca juga: Mampukah Iran Meningkatkan Eskalasi Perang dengan AS?