Internasional
Bagaimana IRGC Memburu Dive-LD, Sistem Bawah Permukaan AS?

Media ABI, 9 September 2026 – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah menangkap sebuah kapal selam pintar nirawak Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz. Kantor Berita Mehr dalam laporannya pada 8 September 2026 menyebut sistem yang ditangkap memiliki karakteristik yang sesuai dengan Dive-LD, kendaraan bawah permukaan otonom berukuran besar yang dikembangkan untuk menjalankan berbagai misi dalam waktu lama.
Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz
Menurut Mehr, operasi tersebut dilakukan dengan mengandalkan penguasaan informasi dan kemampuan operasional di kawasan pintu masuk Selat Hormuz. IRGC juga menyatakan akan merilis gambar kendaraan yang ditangkap. Publikasi tersebut diharapkan dapat memperjelas jenis, konfigurasi, dan perangkat yang digunakan.
Jika identifikasi terhadap Dive-LD benar, sistem yang kini berada dalam penguasaan Iran merupakan salah satu platform bawah permukaan generasi baru milik Amerika Serikat yang dirancang untuk beroperasi secara mandiri dalam berbagai misi bawah laut.

Dive-LD dan kemampuan operasinya
Dive-LD bukan kapal selam tanpa awak dalam pengertian konvensional. Sistem tersebut termasuk kategori kendaraan bawah permukaan otonom berukuran besar yang pertama kali dikembangkan oleh perusahaan Amerika Serikat, Dive Technologies. Setelah perusahaan itu diakuisisi, pengembangan Dive-LD dilanjutkan oleh Anduril Industries.
Data yang dikutip Mehr menunjukkan unit pertama Dive-LD diserahkan kepada UUVRON-1 Angkatan Laut Amerika Serikat pada April 2025 untuk menjalani evaluasi dalam lingkungan operasional.
Dengan panjang sekitar 5,8 meter dan bobot mendekati tiga ton, Dive-LD dirancang untuk menjalankan misi bawah air dalam waktu panjang tanpa awak di dalam kendaraan. Sejumlah sumber yang memperkenalkan sistem ini menyebut kemampuan operasi hingga sekitar 10 hari serta kemampuan mencapai kedalaman sekitar 6.000 meter.
Namun, angka tersebut merupakan spesifikasi yang diumumkan produsen. Kemampuan aktual dalam kondisi operasional dapat berbeda.
Kemampuan beroperasi secara mandiri menjadi salah satu karakteristik utama Dive-LD. Sistem tersebut dapat menjalankan misi tanpa kehadiran awak manusia dan ditempatkan di wilayah tertentu selama beberapa hari untuk mengumpulkan data serta melaksanakan tugas bawah permukaan.

Baca juga: Iran Peringatkan Kapal AS yang Terlibat Blokade
Dari pengintaian hingga antikapal selam
Lingkungan bawah laut merupakan salah satu medan operasi militer yang paling sulit. Komunikasi tidak dapat berlangsung dengan mudah dan terus-menerus, sementara mendeteksi kendaraan yang bergerak di bawah permukaan jauh lebih rumit dibandingkan menemukan objek di udara maupun di darat.
Mehr menyebut Dive-LD dirancang untuk berbagai misi, termasuk pengintaian dan pemantauan bawah permukaan, pemetaan dasar laut, pendeteksian ranjau, pemeriksaan infrastruktur maritim seperti jaringan pipa dan kabel, serta dukungan terhadap operasi antikapal selam.
Rancangan modular memungkinkan berbagai sensor dan perangkat dipasang sesuai kebutuhan misi. Kemampuan sistem bawah permukaan modern tidak hanya bergantung pada badan dan sistem penggeraknya, tetapi juga sensor, navigasi, komunikasi, pemrosesan data, serta perangkat misi yang dibawanya.
Bagaimana IRGC menemukannya
Di sinilah bagian penting dari laporan Mehr berada. Bukan hanya soal kendaraan apa yang ditangkap, tetapi bagaimana IRGC dapat menemukan dan menguasainya di lingkungan bawah laut.
Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi tersebut didukung penguasaan informasi dan kemampuan operasional. Untuk mendeteksi dan melacak kendaraan nirawak di bawah air diperlukan kemampuan pengumpulan informasi, pengawasan, serta pemantauan lingkungan bawah permukaan.
Mengetahui keberadaan target belum cukup. Posisi dan karakteristik kendaraan harus dapat dikenali sebelum dilakukan upaya untuk mengendalikannya hingga berhasil ditangkap.
Mehr menyebut bahwa apabila keterangan IRGC mengenai operasi tersebut nantinya diperkuat oleh bukti dan informasi tambahan, penangkapan Dive-LD dapat menunjukkan kemampuan Iran dalam mendeteksi dan menangani kendaraan bawah permukaan tanpa awak.

Kapal selam bawah permukaan nirawak AS yang disebut ditangkap IRGC di pintu masuk Selat Hormuz.
Nilai teknologi sebuah tangkapan
Jika kendaraan tersebut berhasil ditangkap dalam kondisi utuh, nilai yang diperoleh tidak hanya bersifat militer. Struktur internal, perangkat elektronik, konfigurasi sistem, serta teknologi yang digunakan dapat dipelajari oleh pihak yang menguasainya.
Dalam perang berbasis teknologi, kendaraan yang dirancang untuk mengumpulkan informasi dapat berubah menjadi sumber informasi bagi pihak yang berhasil menangkapnya. Pengetahuan mengenai teknologi tersebut dapat membantu memahami sistem serupa sekaligus mengembangkan metode pendeteksian dan penanggulangannya.
Baca juga: Serangan Drone Guncang Fasilitas Minyak Aramco di Jizan
Lokasi penangkapan juga memiliki arti penting. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia dan kawasan dengan sensitivitas militer tinggi. Aktivitas pengintaian maupun operasi bawah permukaan di wilayah tersebut berlangsung dalam konteks keamanan regional yang sangat penting.
Bagi Iran, keamanan Selat Hormuz berkaitan langsung dengan kepentingan nasional. Karena itu, keberadaan sistem pengintaian dan kendaraan tanpa awak milik kekuatan militer dari luar kawasan di sekitar jalur strategis tersebut menjadi perhatian serius.
Perang laut sendiri terus berubah seiring perkembangan teknologi. Drone, kapal tanpa awak, kendaraan bawah permukaan otomatis, sensor, kecerdasan buatan, dan sistem perang elektronik semakin banyak digunakan dalam operasi militer. Kemampuan mendeteksi dan menghadapi sistem tersebut pun menjadi bagian penting dari kemampuan maritim modern.
Menunggu bukti teknis
Rincian mengenai kendaraan yang ditangkap masih menunggu informasi lanjutan. IRGC telah menyatakan akan merilis gambar sistem tersebut. Jika gambar dan data teknis tersedia, identifikasi terhadap model, konfigurasi, serta perangkat yang dibawanya dapat dilakukan dengan dasar yang lebih kuat.
Untuk saat ini, IRGC telah mengumumkan penangkapan sebuah kapal selam pintar nirawak Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz. Sementara itu, kesesuaian seluruh karakteristik kendaraan tersebut dengan Dive-LD masih menunggu bukti teknis dan informasi lanjutan dari pihak Iran. []
Baca juga: Iran Tingkatkan Produksi dan Taktik Sistem Pertahanan Udara







