Internasional
Mampukah Iran Meningkatkan Eskalasi Perang dengan AS?

Media ABI, 8 September 2026 – Ketika jalur diplomasi dinilai semakin menemui jalan buntu, muncul pertanyaan lain dalam perang antara Iran dan Amerika Serikat, yakni sejauh mana Teheran masih mampu meningkatkan tingkat konfrontasi untuk mengubah perhitungan Washington.
Dalam analisis yang diterbitkan Tasnim News Agency, Selasa (8/9/2026), kemampuan Iran untuk meningkatkan eskalasi dinilai bergantung pada sejumlah kekuatan yang sebelumnya turut menggagalkan perhitungan awal Amerika Serikat dalam perang.
Baca juga: Pembersihan Puing Gaza Berpotensi Hilangkan Bukti Kejahatan Israel
Tasnim menyoroti tiga faktor utama, yaitu penguasaan Iran atas Selat Hormuz, kemampuan ofensif militernya, dan peran jaringan perlawanan di kawasan.
Menurut analisis tersebut, ketiga faktor itu menjadi bagian penting dari alasan mengapa strategi awal Washington tidak berjalan seperti yang diharapkan. Setelah menyadari hal itu, Amerika Serikat kemudian memusatkan perhatian untuk melemahkan keunggulan-keunggulan tersebut.
Di bidang militer, tekanan terutama diarahkan pada rantai pasokan dan upaya mencegah Iran memulihkan kemampuan ofensifnya. Namun, menurut Tasnim, Washington kini lebih aktif bergerak dalam dua bidang lain, yakni Selat Hormuz dan jaringan perlawanan regional.
Amerika Serikat dan Israel, menurut analisis itu, juga berupaya menghambat pemulihan kemampuan militer Iran dan poros perlawanan melalui strategi yang dikenal sebagai mowing the grass atau “memotong rumput”. Logikanya, jika kekuatan lawan tidak dapat dihancurkan sekaligus, serangan terbatas dilakukan secara berulang untuk mencegahnya membangun kembali kemampuan yang telah rusak.
Sementara itu, sebagian pengambil keputusan di Iran sebelumnya masih berharap persoalan dapat dikelola melalui interaksi dan perundingan. Kini, menurut Tasnim, harapan tersebut semakin sulit dipertahankan.
Bukan hanya karena kesepakatan belum tercapai. Persoalan yang lebih mendasar, menurut analisis tersebut, adalah keyakinan pihak lawan bahwa strategi tekanan yang diterapkan terhadap Iran sedang menghasilkan keuntungan. Dalam situasi seperti itu, dorongan untuk mencapai kesepakatan menjadi semakin kecil.
Baca juga: Pentagon Tolak Bayar Tunjangan Keluarga Tentara AS yang Tewas dalam Perang Iran
Jika jalur diplomasi benar-benar tertutup, pilihan lain yang tersedia bagi Iran adalah meningkatkan eskalasi secara terkendali. Langkah itu, menurut Tasnim, tidak dimaksudkan sebagai tujuan permanen, melainkan sebagai cara untuk mengubah perhitungan lawan.
Pertanyaannya kemudian bukan lagi apakah ketegangan dapat meningkat, melainkan apakah Iran masih memiliki kemampuan untuk mendorongnya ke tingkat yang lebih tinggi.
Tasnim menyebut sejumlah pihak, termasuk Rezaei yang dirujuk dalam analisis tersebut, berpandangan bahwa Iran masih memiliki kapasitas militer dan jaringan regional yang cukup untuk meningkatkan eskalasi dalam konfrontasinya dengan Amerika Serikat.
Dengan demikian, kemampuan Iran untuk meningkatkan tekanan dalam perang akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah konflik, terutama jika diplomasi tetap tidak menghasilkan jalan keluar dan tekanan terhadap Teheran terus berlanjut. []
Baca juga: Iran Ubah Kalkulasi Musuh, Perluas Perang ke Tingkat Regional







