Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Sheikh Maher Hammoud Sebut 45 Hari Perlawanan Ubah Peta Konflik Israel-Lebanon

Published

on

Sheikh Maher Hammoud menyampaikan pernyataan politik terkait dinamika perlawanan Lebanon dan konflik dengan Israel. (Al-Manar)

Ahlulbait Indonesia | 17 April 2026 — Mengutip National News Agency, Ketua “Persatuan Ulama Perlawanan Dunia” Sheikh Maher Hammoud menyatakan periode 45 hari terakhir menjadi fase ketahanan intensif yang diikuti serangan ke target strategis di wilayah Israel.

Pernyataan itu disampaikan dalam sikap politik pekanan pada Jumat (17/4/2026). Fase sebelumnya disebut diwarnai tekanan berat, termasuk pembunuhan sejumlah tokoh perlawanan dan operasi militer yang memperburuk situasi keamanan.

Selama sekitar 15 bulan, tidak terjadi serangan balasan langsung meski terjadi pembunuhan terhadap sejumlah tokoh. Langkah tersebut ditempuh sebagai strategi menahan diri dengan tetap berada dalam kerangka negara hingga situasi berubah.

Fase berikutnya ditandai perlawanan intensif selama 45 hari yang, menurut Hammoud, mengubah keseimbangan di lapangan dan mendorong serangan ke wilayah dalam Israel. Penilaian tersebut disebut tercermin dalam pemberitaan media Israel.

Harian Maariv menulis Israel memasuki Lebanon selatan dengan kekuatan penuh namun keluar dalam kondisi melemah. Media tersebut menilai operasi militer berujung pada pola yang mengingatkan pada konflik 2006, yakni eskalasi besar yang diakhiri dengan penerimaan syarat pihak lawan.

Sheikh Hammoud menyatakan penilaian dari media Israel tersebut mencerminkan hasil pertempuran yang diakui oleh pihak yang berseberangan. []