Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Harapan Baru bagi Pasien Osteoporosis, Zandoriah Buatan Iran Kantongi Persetujuan Uni Eropa

Published

on

Produk teriparatide dari CinnaGen, yang dipasarkan dengan merek dagang Zandoriah, diindikasikan untuk pengobatan osteoporosis.
Produk teriparatide dari CinnaGen, yang dipasarkan dengan merek dagang Zandoriah, diindikasikan untuk pengobatan osteoporosis. (Foto. Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 4 Juni 2026 — Pasien osteoporosis yang berisiko tinggi mengalami patah tulang berpeluang memperoleh pilihan terapi yang lebih luas setelah Komisi Eropa memberikan persetujuan pemasaran kepada Zandoriah, obat berbahan aktif teriparatide yang dikembangkan perusahaan biofarmasi CinnaGen. Persetujuan tersebut berlaku di seluruh negara anggota Uni Eropa dan Wilayah Ekonomi Eropa setelah produk itu dinyatakan memenuhi standar keamanan, mutu, dan efektivitas yang ditetapkan regulator kesehatan Eropa.

Baca juga: Iran Kembangkan Teknologi Nano untuk Regenerasi Tulang

Menurut laporan Press TV pada Rabu (3/6) yang mengutip PHANA, media kesehatan dan kedokteran Iran, persetujuan diberikan setelah Komite Produk Obat untuk Penggunaan Manusia (CHMP) di bawah Badan Obat-obatan Eropa (EMA) mengeluarkan rekomendasi positif terhadap Zandoriah, produk yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi CinnaGen.

Zandoriah merupakan biosimilar dari Forsteo, terapi osteoporosis yang telah lama digunakan dalam praktik medis internasional. Obat ini diindikasikan untuk membantu meningkatkan pembentukan tulang dan mengurangi risiko patah tulang pada pasien yang mengalami penurunan kepadatan tulang.

Penggunaannya ditujukan bagi perempuan pascamenopause yang mengalami osteoporosis, laki-laki dengan risiko tinggi patah tulang, serta pasien yang mengalami osteoporosis akibat penggunaan glukokortikoid atau obat steroid dalam jangka panjang.

Persetujuan dari regulator Eropa diperoleh setelah produk tersebut melewati serangkaian evaluasi ilmiah dan regulasi yang ketat. Penilaian mencakup mutu produk, karakteristik biologis, data laboratorium, studi praklinis dan klinis, sistem penjaminan mutu, serta kepatuhan terhadap standar Good Manufacturing Practice (GMP) Uni Eropa.

Baca juga: Iran Nano 1404: Lompatan Besar Iran Menuju Kekuatan Baru Melalui Nanoteknologi

EMA menyimpulkan bahwa Zandoriah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan efektivitas yang ditetapkan untuk produk biosimilar di kawasan Eropa. Dengan dasar tersebut, Komisi Eropa kemudian memberikan otorisasi pemasaran yang berlaku di seluruh 27 negara anggota Uni Eropa serta tiga negara Wilayah Ekonomi Eropa, yaitu Islandia, Liechtenstein, dan Norwegia.

Persetujuan ini dinilai penting karena osteoporosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang berdampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat lanjut usia. Penyakit ini menyebabkan tulang menjadi rapuh dan mudah patah, terutama pada tulang belakang, panggul, dan pergelangan tangan. Risiko komplikasi meningkat seiring bertambahnya usia dan dapat berujung pada keterbatasan mobilitas hingga penurunan kualitas hidup pasien.

Kehadiran terapi biosimilar yang telah memenuhi standar regulator Eropa diharapkan dapat memperluas pilihan pengobatan bagi tenaga kesehatan dan pasien. Selain mendukung ketersediaan terapi, kehadiran produk biosimilar juga berpotensi meningkatkan akses terhadap pengobatan modern yang sebelumnya didominasi oleh produk referensi dengan harga lebih tinggi.

Baca juga: Iran Masuk Liga Elite Teknologi Pencitraan Medis Dunia lewat ProSPECT II

Zandoriah sendiri mengandung teriparatide, suatu bentuk rekombinan hormon paratiroid yang bekerja merangsang pembentukan tulang baru. Terapi ini banyak digunakan pada pasien osteoporosis dengan risiko patah tulang yang tinggi atau pada pasien yang memerlukan terapi pembentukan tulang secara aktif.

Sebelum memperoleh persetujuan di Uni Eropa, produk teriparatide yang dikembangkan CinnaGen telah digunakan selama lebih dari satu dekade di Iran melalui merek dagang Cinopar. Pengalaman penggunaan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengembangan produk yang kini berhasil memenuhi standar regulasi kesehatan Eropa.

Persetujuan pemasaran Zandoriah menambah pilihan terapi osteoporosis yang tersedia di pasar internasional dan memberikan harapan baru bagi upaya pencegahan patah tulang pada kelompok pasien yang paling rentan. []

Baca juga: Iran Resmikan Pusat Pengobatan Kanker Terbesar di Asia Barat