Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

TV Yaman Ungkap Dugaan Rencana Israel Menargetkan Mekah dan Madinah

Published

on

Yaman: Jika Agresi Berlanjut, Dubai Expo di Garis Bidik!
Televisi Yaman menyiarkan pengakuan Abdulmuin Azzan, yang disebut terlibat dalam jaringan mata-mata, mengenai dugaan rencana serangan terhadap Mekah dan Madinah.

Media ABI, 8 November 2026 – Televisi resmi Yaman yang berbasis di Sana’a mengungkap dugaan rencana Israel untuk menargetkan dua masjid suci di Mekah dan Madinah. Informasi tersebut diberitakan Al Mayadeen Net dalam artikel berjudul Qanat al-Yaman Taksyif Tafasil Mukhatthat Sihyuni li-Istihdaf al-Haramain al-Syarifain: Madza Warada Fihi? (TV Yaman Ungkap Detail Rencana Zionis Menargetkan Dua Masjid Suci: Apa Isinya?} yang diterbitkan pada 5 November 2026 berdasarkan laporan Yemen TV.

Baca juga: Dua Tanker Minyak Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz

Menurut laporan Al Mayadeen, pengungkapan tersebut berasal dari pengakuan seorang tahanan bernama Abdulmuin Azzan, yang disebut terlibat dalam jaringan mata-mata. Dalam pengakuannya, Azzan menyatakan pernah bertemu dengan seorang perwira intelijen Israel untuk membahas dugaan rencana serangan terhadap dua masjid suci tersebut.

Laporan itu menyebut skenario yang diduga disiapkan Israel mencakup upaya mendorong pembentukan pengaturan keamanan internasional di kawasan Laut Merah. Skenario tersebut juga disebut melibatkan serangan terhadap Mekah yang kemudian dimanfaatkan untuk melancarkan kampanye provokasi dan mengadu domba masyarakat Arab dan Muslim dengan Yaman.

Menurut televisi Yaman, pengungkapan tersebut memperlihatkan adanya dugaan skenario yang diarahkan terhadap tempat-tempat suci umat Islam. Namun, tuduhan tersebut bersumber dari pengakuan Azzan yang disiarkan televisi resmi Yaman dan diberitakan Al Mayadeen, sehingga belum dapat diperlakukan sebagai fakta yang telah diverifikasi secara independen.

Baca juga: 

Pemerintah Yaman di Sana’a sebelumnya berulang kali membantah tuduhan bahwa pihaknya menargetkan Mekah dan Madinah. Pemerintah Yaman menyebut tudingan tersebut sebagai propaganda yang bertujuan membangkitkan kebencian publik terhadap Yaman.

Pemimpin Ansharullah, Abdul-Malik al-Houthi, juga pernah menyebut tuduhan Saudi mengenai serangan drone terhadap Mekah sebagai kebohongan. Ia menegaskan bahwa ancaman terhadap Mekah, Madinah, dan Masjid Al-Aqsa, menurut pandangannya, berasal dari Zionis.

Sementara itu, Arab Saudi mengklaim telah mencegat rudal dan drone yang mengarah ke Mekah dan Madinah. Namun, klaim tersebut belum diverifikasi secara independen. Militer Yaman menegaskan bahwa operasi mereka menyasar fasilitas minyak dan pangkalan militer Saudi. []

Baca juga: Larijani: Bagi Iran, Membuat Senjata Nuklir Semudah Minum Air