Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Dua Tanker Minyak Meledak dan Terbakar di Selat Hormuz

Published

on

Angkatan Dirgantara IRGC mengklaim melumpuhkan dua drone pengintai AS jenis MQM-170 di wilayah udara selatan Pulau Qeshm menggunakan sistem peperangan elektronik.
Dua tanker minyak dilaporkan terbakar setelah menabrak ranjau di Selat Hormuz, sementara identitas kapal dan kondisi awak belum diungkap.

Media ABI, 8 November 2026 – Dua kapal tanker minyak dilaporkan meledak dan terbakar setelah menabrak ranjau ketika melintasi kawasan Selat Hormuz. Menurut Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), satu kapal berada di kawasan timur Selat Hormuz, sedangkan kapal lainnya berada di dalam kawasan selat tersebut. Keduanya disebut berupaya melintasi jalur yang dinyatakan tidak resmi.

Baca juga: Israel Hancurkan 16 Ribu Hektare Lahan Lebanon dengan Fosfor Putih

Menurut laporan Sepah News pada Minggu, 8 November 2026, hubungan masyarakat Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa kedua kapal tanker tersebut melakukan sejumlah pelanggaran, termasuk mematikan sistem navigasi dan penentuan posisi sebelum berupaya melintasi jalur yang disebut tidak resmi di Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, IRGC mengatakan kedua kapal kemudian menabrak ranjau, meledak, dan terbakar hebat.

“Beberapa saat lalu, dua kapal tanker yang melanggar aturan, satu di kawasan timur Selat Hormuz dan satu lagi di Selat Hormuz, yang hendak melintasi jalur tidak resmi, terbakar hebat setelah menabrak ranjau,” demikian pernyataan hubungan masyarakat Angkatan Laut IRGC.

Baca juga: 

Angkatan Laut IRGC selanjutnya memperingatkan kapal atau sarana laut yang bekerja sama dengan militer Amerika Serikat agar tidak melanggar peraturan Iran di Selat Hormuz atau memasuki kawasan yang dinyatakan terlarang.

“Sebagaimana telah diumumkan sebelumnya, setiap kapal atau sarana laut yang bekerja sama dengan militer Amerika Serikat yang agresif dan perampok, melanggar peraturan Iran di Selat Hormuz, dan memasuki kawasan terlarang, pasti akan menabrak ranjau,” demikian pernyataan tersebut.

IRGC juga meminta agar kapal-kapal tidak menghiraukan pernyataan komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM). []

Baca juga: Mata-Mata Amerika Serikat Terjebak dalam Perangkap Iran