Internasional
Korea Selatan Kirim Tim Peneliti ke Selat Hormuz

Media ABI, 9 September 2026 – Korea Selatan mengirim sebuah tim ke kawasan Selat Hormuz untuk menilai kondisi keamanan dan situasi regional. Seoul pada saat yang sama membantah laporan bahwa Amerika Serikat meminta Korea Selatan menempatkan peralatan militer di kawasan tersebut paling lambat November.
Dikutip IRNA dari Yonhap pada Selasa (8/9/26), Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan tim tersebut telah berangkat ke Timur Tengah untuk melihat langsung kondisi di sekitar Selat Hormuz. Pengiriman itu, menurut kementerian, tidak berkaitan dengan rencana penempatan pasukan Korea Selatan di kawasan tersebut.
Baca juga: Iran Mampu Lumpuhkan Musuh di Titik Mana Pun
“Pernyataan bahwa Amerika Serikat meminta kami menempatkan peralatan di Selat Hormuz hingga tenggat waktu yang telah ditentukan tidak benar,” kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan.
Laporan mengenai kemungkinan keterlibatan Korea Selatan muncul setelah seorang pejabat kepresidenan mengatakan Seoul tengah membahas langkah-langkah praktis untuk membantu menjaga kebebasan pelayaran di Selat Hormuz.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan kemudian menegaskan bahwa belum ada keputusan untuk mengirim pasukan militer ke jalur perairan tersebut.
Perkembangan ini juga mendapat perhatian dari Teheran. Sehari sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Ismail Baghaei menulis pesan dalam bahasa Korea melalui akun X miliknya. Dia mengingatkan bahwa hubungan Iran dan Korea Selatan telah berlangsung lebih dari 64 tahun dan dibangun atas dasar saling menghormati.
Baca juga: Qalibaf kepada AS, Era Respons Proporsional Telah Berakhir
“Iran sangat menghargai hubungan persahabatan dengan Korea Selatan,” tulis Baghaei.
Namun, Baghaei juga menyampaikan peringatan. Dia mengatakan keterlibatan operasional atau kehadiran militer pihak lain di Teluk Persia dan Selat Hormuz dalam situasi saat ini akan dipandang Iran sebagai dukungan langsung kepada pihak yang melakukan agresi dan dapat menimbulkan konsekuensi serius.
Baghaei menambahkan bahwa tidak ada negara yang berdaulat dan bertanggung jawab yang akan tunduk pada tekanan Amerika Serikat untuk ikut dalam tindakan yang disebutnya sebagai agresi dan kejahatan berat terhadap rakyat Iran. []
Baca juga: Pentagon Hentikan Penggunaan “Operation Epic Fury” untuk Perang Iran







