Internasional
Media-media Arus Utama Amerika Soroti Pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei

Ahlulbait Indonesia, 12 Juli 2026 – Pesan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mojtaba Khamenei, menjadi sorotan luas media-media arus utama Amerika Serikat. Pesan yang memuat apresiasi atas kehadiran puluhan juta rakyat dalam prosesi pemakaman Pemimpin Syahid Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, serta penegasan kelanjutan Poros Perlawanan dan pembalasan atas darah para syuhada itu mendapat perhatian media dengan spektrum politik dan pendekatan editorial yang beragam. Kantor berita IRNA, Minggu, 12 Juli 2026, melaporkan bahwa sejumlah media utama Amerika menempatkan pesan tersebut sebagai salah satu perkembangan penting di tengah dinamika hubungan Iran dan Amerika Serikat.
Di antara media yang memberikan liputan luas ialah CNN, ABC News, Associated Press, CBS News, dan Fox News. Meski memiliki orientasi politik yang berbeda, masing-masing mengangkat bagian-bagian penting dari pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei sesuai fokus pemberitaannya, mulai dari kehadiran puluhan juta pelayat dalam prosesi pemakaman hingga penegasan bahwa pembalasan atas darah para syuhada akan tetap dilaksanakan.
Baca juga: Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei: Kami Berikrar Menuntut Pembalasan terhadap Para Penjahat
CNN memusatkan pemberitaannya pada apresiasi Ayatullah Mojtaba Khamenei terhadap kehadiran puluhan juta warga dalam prosesi pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Media itu mengutip pernyataan beliau yang menyebut kehadiran masyarakat di kota-kota dan desa-desa Iran maupun Irak, terutama Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad, sebagai peristiwa yang “menakjubkan, mematahkan musuh, dan bersejarah”.
Media tersebut juga menyoroti penegasan Ayatullah Mojtaba Khamenei bahwa pembalasan atas darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan seluruh syuhada merupakan tuntutan bangsa Iran yang dipastikan akan terlaksana. Dalam laporannya, CNN mengaitkan pernyataan itu dengan ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Iran, disertai informasi dari sejumlah pejabat intelijen Amerika yang menyatakan belum terdapat indikasi adanya rencana baru dan spesifik dari Iran untuk menyerang Trump.
ABC News menempatkan kepastian pembalasan sebagai fokus utama liputannya. Media itu melaporkan bahwa Ayatullah Mojtaba Khamenei menegaskan pembalasan atas darah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, yang juga merupakan ayah beliau, adalah kehendak bangsa Iran yang harus diwujudkan. ABC News juga mengingatkan bahwa pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian pemakaman Ayatullah Sayyid Ali Khamenei yang gugur dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Berbeda dengan dua media tersebut, Associated Press membingkai pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei dalam konteks meningkatnya ketegangan hubungan Iran dan Amerika Serikat. Kantor berita itu menulis bahwa kedua negara kembali saling melontarkan ancaman ketika kesepahaman sementara untuk mengakhiri perang berada di ambang kegagalan, sementara upaya melanjutkan perundingan tetap berlangsung.
Baca juga: Setelah Laporan soal Trump Terbit, Wartawan The New York Times Dipanggil Departemen Kehakiman
Kantor berita tersebut juga menyoroti ancaman Donald Trump terhadap Iran, seruan sejumlah pejabat Amerika mengenai keamanan pelayaran di Selat Hormuz, serta penegasan Ayatullah Mojtaba Khamenei bahwa bangsa Iran akan terus menuntut pembalasan atas darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam. Laporan yang sama turut memuat pernyataan Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi, mengenai pembahasannya dengan Menteri Luar Negeri Oman terkait mekanisme untuk menjamin keselamatan pelayaran di Selat Hormuz.
CBS News mengangkat penegasan bahwa Teheran akan menuntut pembalasan atas darah Ayatullah Sayyid Ali Khamenei. Media tersebut mengutip pernyataan Ayatullah Mojtaba Khamenei bahwa pembalasan atas darah Pemimpin Syahid Revolusi Islam dan seluruh syuhada merupakan tuntutan bangsa Iran yang dipastikan akan terlaksana.
Sementara itu, Fox News menempatkan penegasan mengenai pembalasan sebagai inti laporannya. Media yang dikenal berhaluan konservatif itu juga mengutip laporan media pemerintah Iran yang menyebut lebih dari 40 juta orang mengikuti rangkaian prosesi pemakaman dan penghormatan selama sepekan. Fox News turut menampilkan apresiasi Ayatullah Mojtaba Khamenei kepada puluhan juta warga yang menghadiri prosesi pemakaman di berbagai kota di Iran dan Irak sebagai salah satu pokok utama pesannya. []
Baca juga: Qalibaf kepada Ketua MPR RI: Hanya Mereka yang Siap Berperang Dapat Bernegoisasi dengan Amerika







