Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Donald Trump Perintahkan Gelombang Ketiga Serangan ke Iran

Published

on

Atas perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang ketiga serangan terhadap Iran.
Atas perintah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang ketiga serangan terhadap Iran.

Ahlulbait Indonesia, 12 Juli 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan dimulainya gelombang ketiga serangan terhadap Iran pada pekan ini. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan operasi tersebut sebagai respons atas insiden sebuah kapal di Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran menegaskan kapal itu dihentikan melalui tembakan peringatan setelah mengabaikan instruksi otoritas maritim Republik Islam. Demikian dilaporkan Farsnews pada Minggu, 12 Juli 2026.

Dalam pernyataannya, CENTCOM menyebut operasi militer dimulai pada pukul 19.15 waktu Pantai Timur Amerika Serikat. Militer AS mengklaim serangan tersebut merupakan respons terhadap insiden yang melibatkan kapal MV JFS Galaxy di Selat Hormuz.

Baca juga: Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Menurut CENTCOM, satu awak kapal dilaporkan hilang, sementara kapal mengalami kebakaran sehingga tidak dapat melanjutkan pelayaran. Washington juga menyatakan operasi itu bertujuan mengurangi kemampuan Iran melakukan serangan terhadap kapal-kapal sipil dan kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Iran menyampaikan versi berbeda. Berdasarkan laporan Farsnews, kapal tersebut tetap berlayar di jalur selatan Selat Hormuz meski telah beberapa kali diperingatkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk memasuki koridor pelayaran yang ditetapkan. Setelah seluruh peringatan diabaikan, kapal itu dikenai tembakan peringatan hingga akhirnya berhenti.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Pete Hegseth, turut menanggapi perkembangan tersebut melalui media sosial X. Menurutnya, Iran telah mengambil “pilihan yang buruk” dan kini harus menanggung konsekuensinya.

Di tengah meningkatnya ketegangan, sejumlah media Arab melaporkan peluncuran rudal HIMARS dari wilayah Kuwait menuju sasaran di Iran. Sementara itu, sejumlah sumber di Irak melaporkan rudal-rudal Amerika Serikat terlihat melintasi wilayah udara negara tersebut menuju Iran.

Baca juga: Media-media Arus Utama Amerika Soroti Pesan Ayatullah Mojtaba Khamenei

Farsnews melaporkan bahwa eskalasi terbaru terjadi ketika Iran kembali menegaskan pengelolaan dan pengawasan Selat Hormuz tetap berada di bawah kendali Republik Islam. Sejumlah pengamat yang dikutip media tersebut menilai posisi Iran di jalur pelayaran strategis itu menjadi tantangan besar bagi Washington di tengah konflik yang terus berkembang.

Beberapa jam sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam mengumumkan telah melepaskan tembakan peringatan terhadap sebuah kapal yang disebut berlayar melalui jalur tidak sah dan mengabaikan peringatan berulang dari otoritas Iran.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut sejumlah kapal berupaya melintasi rute yang tidak disetujui setelah mendapat provokasi pihak asing. Salah satu kapal, menurut IRGC, mematikan sistem identifikasi otomatis sehingga membahayakan keselamatan pelayaran. Setelah mengabaikan sejumlah peringatan untuk mengubah haluan, kapal tersebut dikenai tembakan peringatan hingga akhirnya berhenti. []

Baca juga: Setelah Laporan soal Trump Terbit, Wartawan The New York Times Dipanggil Departemen Kehakiman