Internasional
Empat Negara Sepakati Kerangka Negosiasi Baru, AS Izinkan Penjualan Minyak Iran

Ahlulbait Indonesia, 23 Juni 2026 — Iran mengumumkan tercapainya kesepakatan baru mengenai mekanisme perundingan lanjutan antara empat negara yang terlibat dalam implementasi Nota Kesepahaman Islamabad. Kesepakatan tersebut tidak hanya menetapkan struktur negosiasi berikutnya, tetapi juga membuka jalan bagi pelonggaran sejumlah pembatasan ekonomi terhadap Iran, termasuk penerbitan izin penjualan minyak dan produk petrokimia oleh Amerika Serikat.
Menurut laporan Kantor Berita Mehr pada Selasa (23/6/2026), kesepakatan itu dicapai setelah pertemuan Komite Tingkat Tinggi pelaksana Nota Kesepahaman Islamabad yang berlangsung sejak Minggu dan berlanjut hingga dini hari Senin. Forum tersebut kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan teknis untuk menyusun mekanisme implementasi hasil-hasil yang telah disepakati.
Baca juga: Kementerian Keuangan AS Keluarkan Pengecualian Sanksi untuk Ekspor Minyak Iran
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi, yang memimpin delegasi teknis negaranya, mengatakan pembahasan teknis menghasilkan kesepahaman mengenai langkah-langkah operasional yang akan menjadi dasar perundingan pada tahap berikutnya.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, proses negosiasi selanjutnya akan berlangsung di bawah pengawasan Komite Tingkat Tinggi dengan melibatkan Ketua Majelis Syura Islam Iran, Menteri Luar Negeri Iran, Wakil Presiden Amerika Serikat, serta Perdana Menteri Pakistan dan Qatar.
Sebagai bagian dari kerangka baru itu, para pihak menyetujui pembentukan empat kelompok kerja yang akan menangani isu penghentian sanksi, program nuklir, rekonstruksi dan pembangunan ekonomi, serta pengawasan dan implementasi hasil kesepakatan.
Selain agenda politik dan ekonomi, pertemuan tersebut juga menghasilkan kesepakatan mengenai pembentukan mekanisme koordinasi keamanan regional. Salah satunya adalah pembentukan titik kontak bersama antarnegara anggota nota kesepahaman untuk menjamin keamanan pelayaran komersial di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia.
Para peserta juga menyepakati pembentukan unit pencegahan konflik di Lebanon yang akan melibatkan negara-negara anggota bersama Pakistan dan Qatar. Langkah ini dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Gharibabadi menjelaskan bahwa para kepala delegasi teknis dari empat negara akan bertugas mengawasi pelaksanaan program kerja yang telah disepakati, mengarahkan aktivitas kelompok kerja dan unit koordinasi, serta menyampaikan laporan berkala kepada Komite Tingkat Tinggi.
Baca juga: Iran Bantah Klaim JD Vance soal Perundingan Swiss
Perkembangan penting lainnya muncul pada sektor energi. Menurut Gharibabadi, pembahasan teknis turut menindaklanjuti penerbitan izin umum yang memungkinkan penjualan minyak mentah, produk petrokimia, produk minyak bumi, dan layanan terkait milik Iran.
Ia menyatakan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah menerbitkan izin tersebut dan memublikasikannya melalui Kantor Pengawasan Aset Asing Departemen Keuangan Amerika Serikat (OFAC). Langkah itu menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam pembicaraan yang berlangsung selama beberapa hari terakhir.
Selain itu, kesepakatan terkait pembebasan aset Iran yang sebelumnya dibekukan juga akan segera memasuki tahap pelaksanaan. Dana senilai 12 miliar dolar AS yang terdiri atas dua paket masing-masing sebesar 6 miliar dolar AS dijadwalkan segera direalisasikan sesuai mekanisme yang telah disepakati.
Rangkaian keputusan yang diumumkan setelah pertemuan tersebut menunjukkan bahwa implementasi Nota Kesepahaman Islamabad mulai bergerak dari tahap perundingan menuju tahap pelaksanaan. Di saat yang sama, pembentukan kelompok kerja, pengaturan keamanan kawasan, pelonggaran sektor energi, dan pencairan aset yang dibekukan menjadi indikator awal dari upaya membangun kerangka kerja yang lebih permanen bagi penyelesaian berbagai isu yang selama ini menjadi sumber ketegangan di kawasan. []
Baca juga: Menlu Pakistan Ungkap Perkembangan Terbaru Perundingan Iran-AS







