Internasional
Iran Bantah Klaim JD Vance soal Perundingan Swiss

Ahlulbait Indonesia, 23 Juni 2026 — Sumber yang dekat dengan tim perunding Iran membantah klaim Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance terkait jalannya perundingan di Swiss. Sumber tersebut menegaskan bahwa pertemuan empat pihak yang disebut-sebut dalam proses negosiasi itu tidak pernah terlaksana.
Menurut laporan Fars News Agency, Selasa (23/6/2026), sumber yang mengetahui jalannya perundingan menjelaskan bahwa setelah putaran pertama negosiasi berakhir, tidak ada pertemuan empat pihak yang digelar, meskipun sejumlah pihak menghendaki agenda tersebut terlaksana.
Baca juga: Iran Konfirmasi Perundingan Teknis dengan AS Resmi Dimulai di Swiss
Sebaliknya, proses perundingan berlanjut melalui mediasi para perantara. Melalui mekanisme itu, teks akhir perundingan baru berhasil diselesaikan pada malam hari.
Sumber tersebut juga mengungkap alasan di balik batalnya pertemuan empat pihak. Menurutnya, unggahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang bernada ancaman memicu respons dari delegasi Iran dan memengaruhi jalannya proses negosiasi.
“Penyebab tidak terlaksananya pertemuan empat pihak adalah cuitan ancaman Trump yang mendapat respons dari tim perunding Iran,” ujar sumber tersebut sebagaimana dikutip Fars News Agency.
Pernyataan itu disampaikan sebagai tanggapan atas klaim JD Vance dalam konferensi pers yang digelar pada hari yang sama. Dalam keterangannya, Vance menyatakan bahwa Iran tidak meninggalkan meja perundingan di Swiss.
Namun, sumber yang dekat dengan tim perunding Iran memberikan gambaran berbeda mengenai jalannya negosiasi. Menurut sumber tersebut, penyelesaian teks akhir dicapai melalui komunikasi dan mediasi yang difasilitasi para perantara, sementara pertemuan empat pihak yang sempat diharapkan berlangsung tidak pernah terealisasi.
Laporan Fars News Agency menempatkan perbedaan keterangan ini sebagai bantahan terhadap pernyataan JD Vance mengenai dinamika perundingan yang berlangsung di Swiss. []
Baca juga: Araghchi Paparkan Hasil Perundingan Swiss, Sebut Sanksi Ekspor Minyak Iran Ditangguhkan







