Daerah
Tanpa Kehadiran Fisik, Arahan Ketua Tetap Menjadi Kompas Rapat DPW ABI Kaltim
Samarinda, 20 April 2026 – Sekretariat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Ahlulbait Indonesia (ABI) Kalimantan Timur bergeliat lebih awal pada Minggu (19/4/2026) pagi. Meskipun Ketua DPW, Sayyid Thoriq Assegaf, berhalangan hadir karena masih dalam masa pemulihan kesehatan, rapat bulanan yang digelar tetap berlangsung dengan dinamika tinggi. Para pengurus membuktikan bahwa roda organisasi tetap berputar di atas komitmen kolektif.
Suasana rapat terpantau hangat dan tetap berada dalam koridor arahan strategis pimpinan. Semangat kolegialitas menjadi energi pendorong utama dalam pembahasan program lintas departemen yang berlangsung produktif.

Sasaran Ambisius dan Kesiapan Kader
Sejumlah target strategis dicanangkan dalam forum tersebut. Departemen Organisasi mampu menembus peringkat tiga besar dalam survei kehidupan beragama yang diselenggarakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk mencapai target itu, dibutuhkan partisipasi sedikitnya 250 responden yang tersebar di berbagai daerah di Kaltim. Para pengurus pun menegaskan pentingnya kerja kolaboratif dalam menyebarluaskan kuesioner.
Sementara itu, dari Departemen Kaderisasi, laporan menunjukkan adanya disparitas kesiapan di tingkat daerah. Sebagian besar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) belum sepenuhnya siap melaksanakan Pelatihan Tingkat Dasar (PTD), kecuali DPD Samarinda yang telah menunjukkan progres signifikan. Meski demikian, optimisme justru muncul pada jenjang Pelatihan Tingkat Menengah (PTM). Kuota peserta dinilai telah mencukupi dan kegiatan tersebut ditargetkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat.
Inovasi Komunikasi dan Pemberdayaan Ekonomi
Departemen Humas, Media & Penerangan (HMP) melaporkan kesuksesan kegiatan jurnalistik yang diikuti oleh 26 peserta se-Kalimantan Timur. Ke depan, departemen ini akan mendorong standardisasi pengelolaan media sosial resmi, baik di tingkat DPW maupun DPD. Selain itu, audiensi strategis juga tengah dirancang guna memperkenalkan profil organisasi ABI serta isu-isu terkait Republik Islam Iran (RII) kepada publik yang lebih luas.
Departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), hasil pemetaan menunjukkan bahwa minat terbesar anggota berada pada sektor wirausaha dan ekonomi kreatif. Menyikapi temuan tersebut, DPW menyiapkan serangkaian program peningkatan kapasitas. Program-program itu meliputi pelatihan literasi digital untuk anak-anak, gelar wicara beasiswa (scholarship talks) bagi generasi muda, hingga forum penguatan kapasitas hukum bagi para alumni paralegal.
Peta jalan di Departemen Pemberdayaan Ekonomi (PE) semakin konkret. DPW telah mengidentifikasi lima sektor unggulan potensial di wilayah Kaltim, yakni logistik, kesehatan, pendidikan, konstruksi, serta hukum dan jasa profesional. Langkah integratif juga mulai dirancang melalui sinkronisasi antara Koperasi Imam Ridho yang berbasis di Balikpapan dengan platform digital Bazara. Platform yang berbadan hukum koperasi di Malang tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem ekonomi anggota yang saling menguatkan dan berkelanjutan.
Membaca Peluang di Tengah Gejolak Global
Hal yang menarik dari rapat kali ini adalah perhatian pengurus terhadap dinamika geopolitik global. Forum tidak hanya berkutat pada agenda internal, tetapi juga mencermati perkembangan situasi internasional yang bergerak cepat. Alih-alih memandangnya sebagai hambatan, para pengurus justru membaca situasi tersebut sebagai celah strategis untuk membangun kemitraan eksternal yang lebih luas. Strategi komunikasi dan perluasan jaringan dengan berbagai pihak eksternal pun dirumuskan dengan antusiasme yang tidak kalah tinggi dibandingkan pembahasan program internal.
Doa untuk Ketua DPW
Di penghujung acara, lantunan doa bersama dipanjatkan secara khidmat untuk kesembuhan dan kekuatan Sayyid Thoriq Assegaf. Meski secara fisik sang ketua tengah beristirahat, para pengurus menegaskan bahwa spirit perjuangan yang telah ditanamkan terus menyala. Rapat bulanan ini menjadi penanda bahwa DPW ABI Kalimantan Timur adalah organ yang hidup dan terus bergerak maju, digerakkan oleh kecintaan para pengurusnya terhadap visi besar organisasi. []
