Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

ABI Jepara Hadiri Ngaji Budaya Lintas Iman, Rawat Kebersamaan dalam Keberagaman

Published

on

Forum Ngaji Budaya di Jepara menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pendidikan karakter dan harmoni sosial.
Forum Ngaji Budaya di Jepara menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pendidikan karakter dan harmoni sosial. (Foto: ABI)

Jepara, 28 Juli 2026 –Budaya dan agama bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.” Pesan tersebut menjadi benang merah dalam Ngaji Budaya Lintas Iman yang digelar di Pendopo Masjid Al-Makmur KH M. Ibnu Sahil, Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Sabtu (25/7). Kegiatan yang diselenggarakan PAC GP Ansor Mlonggo ini menghadirkan Ketua PP Lesbumi NU K.H. Jadul Maula dan Pendeta Dadang Kristiawan dari GITJ Jepara sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sinanggul menegaskan bahwa agama dan budaya merupakan dua unsur yang saling menguatkan dalam membangun kehidupan masyarakat. Forum ini dihadiri para santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi, termasuk Dewan Pimpinan Daerah Ahlulbait Indonesia (DPD ABI) Jepara.

Baca juga: PTD ABI Jepara Diharapkan Melahirkan Kader Visioner, Kompeten, dan Berintegritas

Mengusung tema Ngaji Budaya, diskusi mengajak peserta melihat kembali relasi agama dan budaya yang kerap dipersepsikan saling berhadapan. Padahal, keduanya saling melengkapi dalam membentuk karakter, peradaban, dan kehidupan sosial masyarakat.

K.H. Jadul Maula menjelaskan bahwa budaya bukan hanya kebiasaan yang diwariskan turun-temurun, melainkan hasil cipta, rasa, karsa, dan karya manusia yang bertumpu pada tiga pilar: keyakinan yang bersumber dari hati, ilmu yang lahir dari akal, serta seni dan keindahan yang berasal dari jiwa.

Menurutnya, budaya tidak memiliki identitas agama tertentu, tetapi lahir dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat, termasuk ajaran agama. Sebaliknya, agama memerlukan budaya sebagai sarana membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan. Karena itu, agama dan budaya bukanlah dua entitas yang saling meniadakan, melainkan saling menguatkan dalam membangun peradaban. Budaya juga merupakan proses pendidikan karakter yang diwariskan para leluhur sebagai pedoman hidup lintas generasi.

Baca juga: ABI Jepara Perkuat Persatuan Umat melalui Halal Bihalal dan Jejaring Ulama

Pandangan serupa disampaikan Pendeta Dadang Kristiawan. Ia menilai, kegagalan memahami relasi agama dan budaya sering membuat masyarakat lebih menonjolka

Forum Ngaji Budaya di Jepara menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pendidikan karakter dan harmoni sosial.

Forum Ngaji Budaya di Jepara menyoroti pentingnya kebudayaan sebagai fondasi pendidikan karakter dan harmoni sosial.

n perbedaan identitas daripada persamaan sebagai sesama bangsa. Padahal, budaya dapat menjadi ruang bersama yang mempererat persaudaraan dan memperkuat kerukunan.

Ia membagikan pengalaman membangun hubungan harmonis antara komunitas Muslim dan Kristen di Jepara melalui pendekatan kebudayaan bersama Lesbumi NU dan GP Ansor. Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa budaya mampu menjadi jembatan dialog tanpa menghilangkan keyakinan masing-masing.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang disampaikan kepada kedua narasumber. Forum ditutup dengan kesimpulan bahwa kebudayaan merupakan salah satu kekayaan terbesar bangsa Indonesia. Meski belum menjadi negara adidaya di bidang ekonomi maupun politik, Indonesia memiliki modal besar berupa warisan budaya yang kaya. Karena itu, pendidikan kebudayaan yang berjalan selaras dengan nilai-nilai agama perlu terus diperkuat sebagai fondasi membangun masyarakat yang damai, berkarakter, dan berkemajuan. []

Baca juga: DPD ABI Jepara Hadiri Forum DPRD, Bahas Penguatan Komunikasi Pesantren dan Aparat