Opini
28 Juta ‘Janfada’ dan Salah Baca Trump atas Iran
Oleh: Muhlisin Turkan
Jakarta, 19 April 2026 — Angka 28 juta dalam kampanye “Janfada” (pengorbanan jiwa) tidak berdiri sebagai statistik netral. Angka ini mencerminkan sinyal politik yang dirancang secara sadar dan diarahkan ke dua medan sekaligus. Konsolidasi ke dalam serta peringatan ke luar.
Mengutip Fars News Agency pada Minggu (19/4/2026), puluhan juta warga Iran setiap hari mendaftarkan diri sebagai respons atas ancaman yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Dalam skala demikian, partisipasi tidak lagi dapat diposisikan sebagai simbol semata, melainkan cermin konsolidasi yang ditampilkan sebagai legitimasi publik.
Peluncuran kampanye pasca-serangan Amerika–Israel terhadap Iran menandai batas efektivitas politik tekanan. Instrumen yang ditujukan untuk melemahkan justru memicu efek sebaliknya. Tekanan mempercepat penyatuan. “Janfada” bergerak dari respons menuju konsolidasi nasional yang lebih terstruktur.
Partisipasi tidak mereda pasca gencatan senjata. Fenomena ini tidak dapat dipahami sebagai respons sesaat. Dinamika yang terbentuk melampaui siklus konflik jangka pendek. Persepsi ancaman yang lama terakumulasi kini termanifestasi dalam bentuk yang lebih terorganisasi.
Pernyataan sebagai “kekuatan rakyat terbesar di dunia” dapat diperdebatkan. Namun, angka 28 juta tidak bergantung pada klaim tersebut untuk memperoleh bobot politik yang berdiri sendiri. Dalam politik, skala kerap menentukan posisi.
Sejak awal, pembukaan pendaftaran lanjutan menegaskan arah yang ditempuh. Ini bukan puncak, melainkan proses yang dipertahankan secara berkelanjutan. Negara tidak hanya merespons tekanan, tetapi secara aktif membentuk narasi permanen mengenai kedaulatan dan partisipasi publik.
Bagi Washington dan Tel Aviv, pembacaan dangkal akan berbiaya mahal. Menghadapi negara sudah kompleks. Kompleksitas itu meningkat ketika negara tersebut didukung puluhan juta warga yang berpotensi mengubah kalkulasi-kalkulasi.
“Janfada” bukan lagi kampanye. Ini merupakan pernyataan rakyat Iran. Pernyataan semacam ini jarang hadir tanpa konsekuensi. []

