Daerah
Silaturahim dan Refleksi Kader Muslimah ABI Jawa Timur: Transformasi Kader dari Potensi Menuju Aksi

Mojokerto, 5 Juli 2026 — Pimpinan Wilayah Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimwil Muslimah ABI) Jawa Timur melalui Bidang Kaderisasi sukses menyelenggarakan Silaturahim dan Refleksi Kader bertema “Transformasi Kader: Dari Potensi Menjadi Aksi”. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 Juli 2026, di kawasan Trawas, Mojokerto, ini menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat kualitas kader agar mampu mentransformasikan potensi diri menjadi karya dan pengabdian nyata bagi umat, masyarakat, serta kemanusiaan.
Sebanyak 69 peserta yang berasal dari jajaran Pimpinan Wilayah dan berbagai Pimpinan Cabang Muslimah ABI se-Jawa Timur mengikuti kegiatan dengan antusias. Selama tiga hari, peserta memperoleh pembinaan yang memadukan penguatan intelektual, spiritual, kepemimpinan, dan karakter melalui penyampaian materi, diskusi, refleksi, hingga kegiatan outbound.
Baca juga: Muslimah ABI Lumajang Bersama PMI Gelar Donor Darah, Pererat Kedekatan dengan Masyarakat
Program ini diselenggarakan sebagai bagian dari proses kaderisasi yang dirancang untuk menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks. Muslimah ABI memandang bahwa kader tidak cukup hanya memiliki potensi dan kemampuan, tetapi juga dituntut mampu menerjemahkan nilai, pengetahuan, dan pengalaman menjadi aksi yang berdampak bagi masyarakat.
Rangkaian materi diawali dengan sesi Pendidikan Sosial yang disampaikan Ustadzah Aminah Yahya. Dalam pemaparannya, peserta diajak memahami hakikat hikmah dalam kehidupan sosial, menetapkan skala prioritas, serta menjawab tiga pertanyaan mendasar dalam setiap langkah perjuangan, yaitu apa yang harus dilakukan, bagaimana melaksanakannya, dan mengapa pilihan tersebut harus diambil. Melalui pendekatan tersebut, kader didorong agar mampu mengambil keputusan berdasarkan nilai-nilai Ilahi sekaligus menjawab kebutuhan masyarakat.

Kegiatan Silaturahim dan Refleksi Kader Muslimah ABI Jawa Timur menghadirkan pembinaan intelektual, spiritual, kepemimpinan, komunikasi, dan penguatan karakter selama tiga hari. (Dok. ABI)
Sesi berikutnya mengangkat tema Aqidah dan Nilai Dasar Perjuangan. Materi ini menegaskan pentingnya menjadikan kehidupan akhirat sebagai orientasi utama dalam setiap aktivitas dakwah dan pengabdian. Kader diharapkan senantiasa mendahulukan nilai-nilai yang mengantarkan pada keridaan Allah SWT sehingga mampu menjadi pribadi yang memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Penguatan aspek personal dilanjutkan melalui materi Komunikasi dan Ketahanan Mental yang disampaikan Ibu Kibitiyah. Peserta dibekali keterampilan membangun komunikasi yang efektif sekaligus memperkuat daya tahan mental dalam menghadapi dinamika dakwah, organisasi, maupun kehidupan sehari-hari. Ketangguhan mental dipandang sebagai fondasi penting untuk menjaga istiqamah dalam mengemban amanah.
Pada sesi Manajemen Organisasi dan Kepemimpinan, Sayyid Musthafa Aljufri menguraikan pentingnya tata kelola organisasi yang baik, kepemimpinan yang bertumpu pada keteladanan, penguatan kerja sama tim, serta penyusunan strategi agar organisasi mampu memberikan kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.
Sementara itu, Ustadz Muhsin Labib membawakan materi Berpikir Kritis dan Intelektual. Ia mengajak peserta membangun tradisi berpikir yang kritis, mendalam, dan berbasis ilmu pengetahuan. Menurutnya, seorang kader tidak hanya dituntut aktif bergerak, tetapi juga memiliki keluasan wawasan, ketajaman analisis, dan kemampuan menawarkan solusi atas berbagai persoalan umat.
Rangkaian materi ditutup dengan sesi Spiritual dan Tazkiyah yang disampaikan Ustadz Muhammad bin Alwi BSA. Melalui materi ini, peserta diajak memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui penyucian jiwa, peningkatan kualitas ibadah, serta pembinaan kesabaran sebagai sumber kekuatan dalam menjalankan perjuangan.
Baca juga: ABI Kediri Dukung Upaya Pelestarian Budaya Lewat Festival Jaman Biyen
Selain pembekalan intelektual, kegiatan ini juga menghadirkan dua sesi muhasabah yang menjadi ruang pendalaman spiritual peserta. Muhasabah pertama dipandu Ustadz Abdillah Ba’Bud, sedangkan sesi kedua dipimpin Ustadzah Rabiatul Adawiyah. Dalam suasana yang khusyuk di sekitar api unggun, peserta diajak melakukan introspeksi, mengevaluasi perjalanan hidup, memperbarui niat perjuangan, serta meneguhkan komitmen untuk menjadi kader yang lebih bertanggung jawab dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Semangat kebersamaan semakin menguat melalui kegiatan outbound yang dipandu Ibu Zahro Maulida, Ibu Kibitiyah, dan Ibu Retno Ayu Hariningtyas. Berbagai permainan dan simulasi kolaboratif dirancang untuk melatih kepemimpinan, komunikasi, kepercayaan, kekompakan, serta kemampuan menyelesaikan persoalan secara kolektif. Selain menghadirkan suasana yang menyenangkan, kegiatan ini turut mempererat ukhuwah antarkader dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, antusiasme peserta tampak dalam setiap sesi. Diskusi berlangsung dinamis, interaksi antarkader semakin erat, dan forum menjadi ruang berbagi pengalaman serta praktik baik dalam menjalankan aktivitas dakwah dan organisasi di daerah masing-masing.
Melalui Silaturahim dan Refleksi Kader ini, Muslimah ABI Jawa Timur berharap lahir kader-kader yang memiliki keseimbangan antara keluasan intelektual, kedalaman spiritual, ketangguhan mental, kecakapan komunikasi, kepemimpinan yang amanah, serta keberanian berpikir kritis. Seluruh bekal tersebut diharapkan mampu mewujudkan tema besar kegiatan, “Transformasi Kader: Dari Potensi Menjadi Aksi,” sehingga setiap potensi yang dimiliki kader dapat bertransformasi menjadi karya, pengabdian, dan kontribusi nyata bagi agama, masyarakat, bangsa, serta kemanusiaan. [Muslimah ABI]
Baca juga: Merawat Persatuan di Tengah Keberagaman, ABI Kota Pasuruan Hadiri Sarasehan MUI







