Daerah
Muslimah ABI dan Madin Al-Kubro Lumajang Peringati Idul Ghadir, Perkuat Cinta Ahlul Bait Melalui Edukasi dan Seni

Lumajang, 7 Juni 2026 — Pimpinan Cabang Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimcab ABI) Kabupaten Lumajang bersama Madin Al-Kubro menggelar peringatan Idul Ghadir sebagai sarana mengenalkan sejarah Ghadir Khum dan memperkuat kecintaan generasi muda kepada Imam Ali a.s. dan Ahlul Bait. Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (6/6) tersebut dihadiri pengurus ABI dari Lumajang dan Probolinggo, para wali murid, serta santri Madin Al-Kubro.
Acara diselenggarakan di kediaman Ketua Pimcab Muslimah ABI Lumajang, Rahayu, di Desa Malasan Kulon, Kabupaten Probolinggo. Suasana khidmat dan penuh kehangatan mewarnai peringatan yang menjadi salah satu momentum penting dalam tradisi Ahlul Bait.
Baca juga: DPD ABI dan Muslimah ABI Lumajang Bahas Kerja Sama dengan IJABI

Peringatan Idul Ghadir digelar tidak hanya sebagai bentuk penghormatan terhadap peristiwa Ghadir Khum, tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda untuk memahami sejarah Islam dan nilai-nilai kepemimpinan yang diwariskan Rasulullah SAW kepada umatnya. Melalui kegiatan ini, para hadirin diajak mengenal lebih dekat makna Ghadir Khum sekaligus memperkuat kecintaan kepada Ahlul Bait.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh Muhammad Kabir selaku pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Akbar. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menghadirkan suasana religius yang mengiringi seluruh rangkaian kegiatan.
Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan Ustadz Zainal Nahrawi. Dalam ceramahnya, ia mengulas kandungan Surah Al-Maidah ayat 3 yang berbicara tentang penyempurnaan agama Islam serta menjelaskan keterkaitannya dengan peristiwa Ghadir Khum. Ia juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lembaga pendidikan dalam menanamkan kecintaan kepada Ahlul Bait serta membina anak-anak sebagai generasi penerus yang menjaga nilai-nilai Islam.
“Anak-anak adalah penerus perjuangan yang harus dibekali pemahaman agama dan kecintaan kepada Ahlul Bait sejak dini agar mampu melanjutkan ajaran yang diwariskan Rasulullah SAW,” ujarnya dalam tausiyah tersebut.
Baca juga: Semarak Ramadan, DPD ABI dan Muslimah ABI Lumajang Bagikan 1.000 Takjil
Selain mendapatkan pembekalan melalui tausiyah, para santri turut memeriahkan kegiatan melalui berbagai penampilan seni. Rangkaian acara ditutup dengan pementasan drama dan nasyid yang dibawakan santri Madin Al-Kubro.

Drama tersebut mengangkat peristiwa Ghadir Khum dan pengangkatan Imam Ali a.s., sehingga nilai sejarah, kepemimpinan, dan keteladanan yang terkandung di dalamnya dapat dipahami secara lebih dekat oleh para santri dan wali murid yang hadir.
Melalui perpaduan tausiyah, pembelajaran sejarah, dan pertunjukan seni, peringatan Idul Ghadir ini menjadi ruang edukasi yang memperkuat kecintaan kepada Ahlul Bait sekaligus menanamkan nilai-nilai Islam kepada generasi muda. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan Idul Ghadir tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga sarana menyiapkan generasi penerus yang memahami, mencintai, dan meneruskan nilai-nilai ajaran Islam di masa depan. [HMP Lumajang]
Baca juga: Muslimah ABI Lumajang Siapkan Personality Course untuk Pengajar Madin







