Internasional
Skenario Palsu Saudi Manfaatkan Mekkah, Provokasi Umat Islam Gagal

Media ABI, 17 September 2026 – Klaim Saudi mengenai serangan drone Yaman terhadap Mekkah mendapat bantahan setelah jurnalis dan analis Israel Edi Cohen mengungkap dugaan skenario yang disebutnya telah disiapkan untuk membangun kesan bahwa Yaman menyerang kota suci tersebut.
Fars News, Kamis (17/9/2026), mengutip Cohen yang menyatakan bahwa pemerintah Al Saud menerbangkan drone buatan China di atas Mekkah, kemudian menjatuhkannya untuk menampilkannya sebagai drone Yaman. Menurut Cohen, langkah tersebut dimaksudkan untuk memancing kecaman negara-negara Islam sekaligus memberikan dimensi keagamaan pada perang melawan Ansarullah Yaman.
Baca juga: Media Ibrani: Warga Israel di Italia Dicap “Pembunuh Anak-anak”
Cohen juga menyebut Riyadh berusaha melibatkan negara-negara Islam, terutama Pakistan dan Turki, dalam perang melawan Yaman. Langkah itu dikaitkan dengan sikap Ankara dan Islamabad yang disebut telah melanggar Pakta Mekkah dan meninggalkan Riyadh.
Setelah klaim serangan terhadap Mekkah muncul, Bahrain, pemerintah Lebanon dan Mesir turut mengecam dugaan serangan drone tersebut.
Dari Yaman, Muhammad al-Farah, anggota Biro Politik Ansarullah, membantah tuduhan itu. Dia menyebut kabar bahwa Yaman menargetkan Mekkah sebagai kebohongan.
“Omong kosong mengenai Yaman yang menargetkan Mekkah adalah kebohongan murni. Kami lebih peduli terhadap tempat-tempat suci daripada mereka yang menghadiahkan kain penutup Ka’bah kepada Jeffrey Epstein,” kata al-Farah, dikutip Fars News.
Al-Farah menilai Saudi berada dalam tekanan dan menggunakan alasan palsu untuk memprovokasi masyarakat internasional. Langkah tersebut, menurutnya, ditujukan untuk mengalihkan perhatian dari kekalahan yang dialami Riyadh.
Dia menyebut jalan keluarnya jelas, yaitu menghentikan agresi, mengakhiri blokade, membiarkan Yaman menentukan nasibnya sendiri serta mengganti kerugian akibat perang dan kehancuran selama bertahun-tahun.
Hizam al-Asad, anggota Dewan Politik Ansarullah, turut membantah tuduhan Saudi. Dia menegaskan bahwa angkatan bersenjata Yaman akan terus menargetkan pangkalan militer, fasilitas minyak dan infrastruktur vital milik Al Saud.
“Pasukan kami, dengan pertolongan dan dukungan Allah Yang Mahatinggi, akan terus menargetkan pangkalan militer serta fasilitas minyak dan vital milik Al Saud, bahkan jika setiap fasilitas tersebut ditempatkan replika Ka’bah,” kata al-Asad.
Baca juga: Ansarullah Peringatkan Arab Saudi Tak Gunakan Makkah Sebagai Tameng
Al-Asad menyatakan masyarakat Yaman sebagai bangsa yang beriman dan bijaksana, sekaligus keturunan para penolong dan pembela tempat-tempat suci, lebih peduli terhadap dua tempat suci daripada “budak Epstein, Trump dan Netanyahu”.
Klaim serangan drone terhadap Mekkah muncul di tengah perkembangan perang Yaman. Fars News menyebut pasukan yang berafiliasi dengan Al Saud mengalami kekalahan berturut-turut dalam menghadapi operasi pemerintah yang berkedudukan di Sanaa. Pasukan tersebut juga disebut menderita korban dan kerugian besar serta terusir dari wilayah yang luas di bagian selatan dan pesisir Yaman, termasuk kawasan Selat Bab al-Mandab. []
Baca juga: Korea Utara Ancam Gunakan Senjata Nuklir terhadap AS dan Korsel







