Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Hantam Delapan Tanker Saudi sejak Sanksi Maritim Diberlakukan

Published

on

Yahya Saree memperingatkan Saudi bahwa eskalasi menyeluruh akan dibalas dengan respons menyeluruh.
Yahya Saree memperingatkan Saudi bahwa eskalasi menyeluruh akan dibalas dengan respons menyeluruh.

Media ABI, 20 Agustus 2026 — Delapan tanker minyak Saudi disebut menjadi sasaran Angkatan Bersenjata Yaman dalam sebulan terakhir, sejak Sana’a memberlakukan sanksi maritim terhadap Arab Saudi pada 20 Juli. Lima tanker berada di Laut Merah, sedangkan tiga lainnya berada di Teluk Aden dan Laut Arab.

Angka tersebut disampaikan juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, dalam pernyataan yang dilaporkan Mehr News Agency dengan mengutip Al Masirah, Rabu (19/8). Saree menyebut rangkaian operasi sejak 20 Juli hingga 19 Agustus sebagai bagian dari upaya Yaman membangun perimbangan baru dalam menghadapi Saudi.

Baca juga: Yaman Dukung Penuh Hizbullah Lebanon

Tekanan terhadap lalu lintas minyak Saudi, menurut Saree, tidak berhenti pada delapan kapal yang menjadi sasaran. Sebanyak 48 tanker lainnya disebut dicegah melanjutkan perjalanan dan dipaksa kembali. Dari jumlah itu, 34 tanker dihentikan ketika hendak melintas melalui Laut Arab dan Samudra Hindia, sementara 14 lainnya dicegah melewati Laut Merah.

Saree menyebut langkah tersebut sebagai penerapan prinsip “blokade dibalas dengan blokade”. Bersamaan dengan tekanan di laut, Angkatan Bersenjata Yaman juga mengarahkan serangannya ke posisi dan jalur pasokan Saudi.

Sembilan operasi militer dilancarkan terhadap sasaran di Yanbu, Najran, Jizan, Abha, serta jalur pasokan minyak di Provinsi Timur Arab Saudi. Saree mengaitkan operasi itu dengan serangan Saudi terhadap Bandara Sana’a dan Pelabuhan Hodeidah serta pelanggaran wilayah udara Yaman, khususnya di Saada dan Hajjah.

Operasi berikutnya menyasar posisi pasukan Saudi di Al-Ruwaik, Al-Abr, Al-Wadiah, Ma’rib, dan Al-Mokha. Kapal dan perahu yang disebut membawa peralatan serta pasukan bantuan untuk Saudi juga masuk dalam sasaran.

Dari rangkaian serangan tersebut, Saree mengklaim ratusan personel Saudi, termasuk komandan dan perwira, tewas atau terluka. Sejumlah gudang dan peralatan militer juga disebut terbakar dan hancur.

Di Al-Mokha, dua kapal militer yang diklaim membawa senjata dan pasukan bantuan Saudi disebut tenggelam dan terbakar. Lebih dari 10 kapal perang koalisi pimpinan Saudi juga diklaim mengalami nasib serupa di Laut Merah.

Baca juga: Serangan Drone Yaman Sasar Kilang Aramco di Jizan, Arab Saudi

Saree menyatakan kapal-kapal koalisi tersebut melakukan pembajakan, perampokan, dan penjarahan di Laut Merah atas perintah Saudi.

Di tengah rangkaian operasi itu, pesan yang disampaikan kepada Riyadh semakin tegas. Saree memperingatkan bahwa setiap upaya memperluas konflik akan dibalas dengan eskalasi serupa.

“Setiap eskalasi menyeluruh akan dihadapi dengan respons menyeluruh,” kata Saree.

Dia mendesak Saudi mencabut blokade, menjalankan kesepakatan yang telah dicapai, menghentikan agresi, membayar gaji, menarik pasukan yang disebutnya sebagai pasukan pendudukan dari Yaman, serta mengembalikan kekayaan rakyat Yaman kepada seluruh rakyat Yaman.

Saree juga mengarahkan pesan kepada warga Yaman yang disebutnya telah berpihak kepada musuh. Mereka diminta meninggalkan kamp-kamp pihak tersebut dan kembali. Menurut Saree, mereka tetap warga Yaman dan tidak seharusnya menjadi sasaran atau korban.

Pernyataan itu menutup rangkaian operasi Yaman selama satu bulan terakhir dengan dua pesan sekaligus, tekanan terhadap Saudi akan terus berlangsung, tetapi warga Yaman yang berada di pihak lawan tetap dipandang sebagai bagian dari masyarakat Yaman. []

Baca juga: Kapal Pembawa Peralatan Militer Saudi Dihantam Yaman di Al-Mokha