Internasional
Tiga Rudal Balistik Hantam Pangkalan Militer AS di Kuwait, Media Israel Laporkan Korban Jiwa

Ahlulbait Indonesia, 13 Juli 2026 — Sedikitnya tiga rudal balistik dilaporkan menghantam kawasan Al-Mina, Kuwait, dilaporkan menghantam kawasan Al-Mina, Kuwait, yang disebut sebagai lokasi penempatan sistem rudal jarak jauh Army Tactical Missile System (ATACMS) milik Amerika Serikat. Di tengah laporan tersebut, sejumlah media Israel mengklaim beberapa personel militer Amerika Serikat tewas akibat serangan itu, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington.
Fars melaporkan sasaran serangan adalah kawasan yang digunakan untuk pemasangan sistem rudal berpemandu jarak jauh ATACMS milik Amerika Serikat. Media-media Irak juga mempublikasikan rekaman dan gambar yang memperlihatkan kepulan asap membubung dari kawasan Al-Mina. Kepulan asap itu dilaporkan terlihat jelas dari wilayah Irak yang berbatasan dengan Kuwait.

Kepulan asap terlihat dari kawasan Al-Mina, Kuwait, setelah serangan rudal yang dilaporkan menyasar lokasi penempatan sistem rudal ATACMS milik Amerika Serikat. (Foto: Farsnews Agency)
Baca juga: Amerika Beri “Hadiah” kepada UEA atas Kerja Sama dalam Perang Melawan Iran
Sejumlah sumber juga mengklaim serangan tersebut dilakukan Iran dengan sasaran proses pemasangan sistem rudal ATACMS di pangkalan-pangkalan udara Kuwait.
Sementara itu, mengutip sejumlah media berbahasa Ibrani, Tasnim melaporkan bahwa beberapa media Israel, termasuk Hadashot Bizman, mengabarkan adanya korban jiwa di pihak militer Amerika Serikat akibat serangan rudal tersebut.
Media-media tersebut mengklaim serangan rudal mengakibatkan sejumlah personel militer Amerika Serikat tewas. Sejumlah sumber sebelumnya juga melaporkan sedikitnya tiga personel militer AS menjadi korban dalam serangan tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi laporan tersebut atau memberikan rincian mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang terjadi.
Dalam bagian akhir laporannya, Tasnim menyebut pangkalan militer Amerika Serikat di Kuwait sebagai salah satu titik operasi yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran. Menurut laporan Tasnim, Iran telah beberapa kali menyerang pangkalan tersebut sebagai respons atas serangan yang ditujukan ke wilayahnya. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen. []







