Internasional
Tiga Pekan Menjelang Arba’in Imam Husain a.s., Tarif Tiket Penerbangan Masih Belum Ditetapkan

Ahlulbait Indonesia, 13 Juli 2026 — Kurang dari tiga pekan menjelang Arba’in Imam Husain a.s. 2026, tarif resmi tiket penerbangan menuju Atabat Aliyat di Irak masih belum diumumkan sehingga para peziarah (zairin) masih berada dalam ketidakpastian.
Menurut laporan Kantor Berita Tasnim pada Senin (13/7/2026), seiring semakin dekatnya peringatan Arba’in Imam Husain a.s., pembahasan mengenai tarif tiket penerbangan Arba’in 2026 masih terus berlangsung. Hingga kurang dari tiga pekan menjelang Arba’in, Organisasi Penerbangan Sipil Iran belum mengumumkan tarif resmi penerbangan menuju Atabat Aliyat, sementara negosiasi dengan maskapai-maskapai penerbangan masih berlanjut.
Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran, Abuzar Shiroudi, pada 11 Juli 2026 mengatakan bahwa negosiasi dengan maskapai penerbangan masih terus dilakukan. Menurutnya, tarif resmi tiket penerbangan Arba’in akan diumumkan setelah seluruh pembahasan mencapai keputusan akhir.
Baca juga: Amerika Beri “Hadiah” kepada UEA atas Kerja Sama dalam Perang Melawan Iran
Ia menjelaskan bahwa harga tiket dipengaruhi oleh sejumlah faktor, seperti nilai tukar mata uang, harga bahan bakar, dan berbagai biaya operasional maskapai. Karena itu, pihaknya berupaya mencapai tarif yang wajar melalui koordinasi dan kesepakatan dengan seluruh maskapai penerbangan.
Pengalaman Tahun Lalu: Tarif Turun Setelah Intervensi Kementerian
Tinjauan terhadap penetapan tarif tiket Arba’in tahun lalu menunjukkan bahwa pada 12 Juli 2025, Sekretaris Asosiasi Maskapai Penerbangan Iran mengumumkan tarif tiket pulang-pergi sebesar 18 juta toman untuk rute Teheran dan bandara-bandara di wilayah barat Iran menuju Najaf dan Baghdad.
Sementara itu, untuk penerbangan dari Mashhad dan bandara-bandara di wilayah timur Iran menuju Najaf dan Baghdad, tarif tiket pulang-pergi ditetapkan sebesar 22 juta toman.
Namun, pengumuman tarif tersebut memicu berbagai tanggapan. Tiga hari kemudian, Menteri Jalan dan Pembangunan Perkotaan Iran, Farzaneh Sadegh, di sela kunjungannya ke Provinsi Ilam, mengumumkan bahwa pemerintah akan meninjau kembali tarif tersebut.
Setelah mengadakan pertemuan dengan para direktur utama maskapai penerbangan, disepakati bahwa tarif tiket pulang-pergi penerbangan Arba’in dari Teheran dan bandara-bandara di wilayah barat Iran ditetapkan sebesar 13 juta toman, sedangkan dari Mashhad dan bandara-bandara di wilayah timur Iran sebesar 15 juta toman.
Penjualan Tiket Tahun Lalu Dimulai pada 30 Juli
Pada tahun lalu, penjualan tiket penerbangan Arba’in dimulai pada 30 Juli 2025, sekitar dua pekan sebelum Arba’in Imam Husain a.s. Namun, hingga kini, meskipun pelaksanaan Arba’in semakin dekat, pemerintah Iran masih belum mengumumkan tarif resmi maupun jadwal dimulainya penjualan tiket.
Baca juga: Qalibaf Peringatkan Amerika: Patuhi MoU atau Hadapi Konsekuensinya
Kurang dari tiga pekan menjelang Arba’in, keterlambatan pengumuman tarif tiket dikhawatirkan dapat mengganggu perencanaan perjalanan ribuan peziarah menuju Atabat Aliyat.
Pada tahun-tahun sebelumnya, tarif biasanya diumumkan lebih awal sehingga proses penjualan tiket dapat segera dimulai. Akan tetapi, tahun ini negosiasi yang masih berlangsung antara Organisasi Penerbangan Sipil Iran dan maskapai-maskapai penerbangan membuat para peziarah tetap berada dalam ketidakpastian. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi keputusan pembelian tiket, tetapi juga perencanaan cuti, pemesanan akomodasi, serta berbagai kebutuhan perjalanan lainnya.
Dengan semakin dekatnya pelaksanaan Arba’in Imam Husain a.s., diharapkan Organisasi Penerbangan Sipil Iran segera mengumumkan tarif resmi tiket beserta jadwal dimulainya penjualan agar para peziarah maupun maskapai penerbangan dapat melakukan perencanaan dengan lebih baik. []
Baca juga: Lima Rudal Balistik Digunakan IRGC untuk Hantam Sasaran Amerika di Yordania, Qatar, dan Oman







