Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pangkalan NATO yang Digunakan untuk Menyerang Iran Akan Menjadi Target Sah

Published

on

Mohammad Javad Larijani menegaskan pangkalan NATO yang digunakan untuk menyerang Iran akan dipandang sebagai target yang sah oleh Republik Islam Iran.
Mohammad Javad Larijani menegaskan pangkalan NATO yang digunakan untuk menyerang Iran akan dipandang sebagai target yang sah oleh Republik Islam Iran. (Foto: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia, 13 Juli 2026 — Analis politik senior Iran Mohammad Javad Larijani menegaskan bahwa setiap pangkalan militer NATO yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran, baik di kawasan maupun di luar kawasan, akan dipandang sebagai target yang sah oleh Republik Islam Iran.

Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Senin (13/7/2026), Larijani menyampaikan pernyataan tersebut dalam program Goftogu-ye Vizheh-ye Khabari yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Minggu malam.

Baca juga: Data Navigasi Udara Ungkap Dukungan Qatar dan Arab Saudi terhadap Serangan Udara AS ke Iran

Larijani mengatakan Republik Islam Iran harus menunjukkan kepada pihak lawan bahwa negara tersebut memiliki kesiapan menghadapi konflik berkepanjangan. Menurutnya, di samping terus menempuh jalur diplomasi, pemerintah juga perlu menyiapkan dan menerapkan mekanisme ekonomi masa perang guna memperkuat ketahanan nasional.

Menurut Larijani, kesiapan menghadapi perang tidak hanya bergantung pada kemampuan angkatan bersenjata, tetapi juga menuntut kesiapan pemerintah dalam menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, menjaga keberlangsungan produksi, mengelola sistem moneter, serta mempertahankan stabilitas ekonomi agar kehidupan masyarakat tetap berjalan.

Larijani menilai penerapan ekonomi masa perang tidak hanya penting untuk menghadapi situasi darurat, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memperbaiki berbagai struktur ekonomi setelah konflik berakhir.

Mengenai kemampuan pendanaan negara, Larijani mengatakan Iran tidak boleh dipandang akan mengalami kekurangan sumber daya apabila pendapatan minyak menurun. Menurutnya, Amerika Serikat harus memahami bahwa Republik Islam memiliki kesiapan untuk mengelola konflik yang dapat berlangsung selama tiga hingga empat tahun.

Baca juga: Tiga Rudal Balistik Hantam Pangkalan Militer AS di Kuwait, Media Israel Laporkan Korban Jiwa

Larijani juga menyampaikan apresiasi terhadap peran Poros Perlawanan, khususnya kelompok perlawanan di Lebanon, yang menurutnya telah berkontribusi dalam menjaga keamanan Iran serta memberikan tekanan efektif terhadap pihak lawan.

Terkait strategi pertahanan Iran, Larijani menegaskan bahwa respons Teheran tidak akan terbatas pada satu lokasi tertentu. Menurutnya, setiap pangkalan militer yang digunakan untuk menyerang Iran dapat menjadi sasaran balasan yang sah.

Dalam bagian akhir pernyataannya, Larijani mengkritik sikap NATO terhadap perkembangan terbaru di kawasan. Menurutnya, apabila pangkalan-pangkalan NATO di kawasan maupun di luar kawasan digunakan untuk melancarkan operasi militer terhadap Iran, fasilitas tersebut akan dipandang sebagai target yang sah oleh Republik Islam Iran. []

Baca juga: Qalibaf Peringatkan Amerika: Patuhi MoU atau Hadapi Konsekuensinya