Internasional
Rusia Siap Bersama Iran Hadapi Tekanan Sanksi AS

Media ABI, 27 Agustus 2026 — Rusia akan berkoordinasi dengan Iran dan negara-negara lain yang berkepentingan untuk menghadapi kampanye ekonomi baru Amerika Serikat terhadap Teheran. Moskow menilai kebijakan tersebut sebagai tekanan yang tidak sah dan menolak penggunaan sanksi sebagai instrumen untuk menekan negara lain.
Fars News Agency melaporkan pada Kamis (27/8/26), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyampaikan sikap tersebut dalam konferensi pers ketika membahas serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Zakharova mengatakan eskalasi yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran telah berdampak pada pasar energi dunia, dengan seperlima pasokan minyak dan sepertiga pasokan gas disebut terdampak.
Baca juga: The Economist Mengulas Alasan Ansharullah Sulit Ditundukkan
Ketika membahas kampanye ekonomi baru Washington, Zakharova mengatakan Rusia akan mengoordinasikan langkah bersama Iran dan negara-negara lain untuk menghadapi kebijakan yang dinilai ilegal tersebut.
“Kami akan mengoordinasikan upaya untuk menghadapi inisiatif ilegal bersama mitra Iran dan negara-negara lain yang berkepentingan,” kata Zakharova.
Seperti dikutip kantor berita RIA Novosti, diplomat senior Rusia tersebut juga mengatakan Moskow akan bekerja bersama negara-negara yang memiliki pandangan serupa untuk mengurangi tekanan sanksi dalam hubungan internasional.
“Bersama negara-negara yang memiliki pandangan serupa, kami akan berupaya menghapus tekanan sanksi dari hubungan internasional. Tekanan tersebut telah lama berubah menjadi alat untuk menyelesaikan perselisihan dan menghukum negara-negara yang tidak disukai Barat,” ujarnya.
Baca juga: Layang-layang Anak Gaza Dicap Aktivitas Bersenjata
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei menyebut perang ekonomi yang diumumkan Amerika Serikat terhadap Iran dan negara-negara lain sebagai serangan terhadap kedaulatan nasional seluruh negara dan pelanggaran terhadap hak setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri.
China juga menanggapi pembatasan dan ancaman baru Amerika Serikat terhadap pembeli minyak Iran. Beijing menegaskan bahwa kerja sama China dengan Iran berlangsung sesuai hukum internasional dan memperingatkan Washington agar tidak mengganggu atau melemahkan hubungan tersebut.
Sikap Rusia dan China muncul ketika tekanan ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran meluas hingga menyasar negara-negara yang tetap menjalin hubungan perdagangan dan energi dengan Teheran. []
Baca juga: Dokumen Rahasia Netanyahu Diburu MI6, Kini Berada di Tangan Iran







