Internasional
Qatar: Dampak Perang terhadap Iran Jadi Bencana bagi Dunia

Media ABI, 21 Agustus 2026 — Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani memperingatkan bahwa perang terhadap Iran telah membawa dampak yang “bencana”, bukan hanya bagi kawasan Teluk Persia, tetapi juga bagi berbagai wilayah lain di dunia.
Pernyataan itu disampaikan pada Kamis setelah pertemuan tingkat tinggi di El Alamein, Mesir. Menurut Fars News Agency pada Kamis (20/8/26), Sheikh Mohammed menyerukan agar kondisi di Selat Hormuz dikembalikan seperti sebelum perang Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.
Baca juga: Konflik Iran Berlanjut, Kapal Induk AS Terancam Lama di Galangan
“Kita perlu mengembalikan situasi kepada kondisi sebelum perang. Kami mengecam segala bentuk ancaman dan upaya menghalangi hal tersebut,” kata Sheikh Mohammed.
Dia menegaskan bahwa dampak perang telah melampaui kawasan Teluk Persia.
“Dampak perang ini bukan hanya bencana bagi kawasan Teluk Persia, tetapi juga bagi berbagai wilayah lain di dunia,” ujarnya.
Sheikh Mohammed juga meminta pihak-pihak yang terlibat dalam konflik Asia Barat tidak menggunakan tekanan untuk memaksakan kehendak kepada pihak lain. Menurutnya, tidak semestinya ada pihak yang melakukan “pemerasan” terhadap pihak lain dalam upaya menyelesaikan konflik.
Pernyataan tersebut muncul pada hari yang sama ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan melalui platform X dimulainya kampanye paling agresif Washington sejauh ini terhadap perekonomian Iran.
Baca juga: Pentagon Terus Perbarui Data Korban Militer AS dalam Perang Iran
Langkah tersebut menghidupkan kembali pendekatan “tekanan maksimum” yang pernah diterapkan Trump pada 2018 dengan tujuan memaksa Iran memenuhi tuntutan Amerika Serikat.
Kebijakan itu tidak menghasilkan tujuan yang diharapkan Washington. Setelah Amerika Serikat keluar dari kesepakatan nuklir dan pihak-pihak Eropa dinilai gagal memenuhi komitmen mereka, Iran kemudian mengurangi sejumlah kewajiban yang sebelumnya diterima berdasarkan kesepakatan tersebut.
Seruan Doha untuk mengembalikan kondisi Selat Hormuz ke situasi sebelum perang muncul ketika Washington kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Bagi Qatar, dampak konflik tersebut kini telah melampaui kawasan Teluk dan mulai menjadi persoalan dengan konsekuensi yang lebih luas bagi dunia. []
Baca juga: Iran Sebut California Wilayah Baru Iran







