Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ansarallah Tegaskan Poros Perlawanan Berkoordinasi Penuh

Published

on

Anggota Biro Politik Ansarallah Mohammed al-Bukhaiti menyatakan Poros Perlawanan berada dalam koordinasi penuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Anggota Biro Politik Ansarallah Mohammed al-Bukhaiti menyatakan Poros Perlawanan berada dalam koordinasi penuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Anggota Biro Politik Ansarallah Yaman, Mohammed al-Bukhaiti, menyatakan negara-negara yang tergabung dalam Poros Perlawanan berada dalam koordinasi penuh di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Menurut dia, keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan turut mendukung operasi militer Washington terhadap Iran.

Dalam wawancara dengan Al Mayadeen pada Sabtu (18/7), Al-Bukhaiti mengatakan perkembangan yang terjadi di Iran, Lebanon, Yaman, dan Irak berkaitan dengan dukungan negara-negara tersebut terhadap Palestina.

Baca juga: Yaman Peringatkan Arab Saudi: Hentikan Campur Tangan atau Hadapi Konsekuensi

“Perkembangan yang terjadi di kawasan saat ini berkaitan dengan kita semua, dan Poros Perlawanan berada dalam koordinasi penuh,” ujar Al-Bukhaiti.

Dia menambahkan Yaman terus menyiapkan kemampuan yang diperlukan untuk mengakhiri blokade yang diberlakukan terhadap negara itu. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari dinamika konflik yang lebih luas di kawasan.

Al-Bukhaiti juga menilai pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Timur Tengah memberikan Washington ruang untuk melancarkan operasi terhadap infrastruktur Iran. Karena itu, negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan militer AS dan digunakan dalam operasi tersebut, menurut dia, turut terlibat dalam agresi terhadap Iran.

Al-Houthi Serukan Netralitas Negara-Negara Kawasan

Dalam laporan terpisah, Fars News mengutip pidato pemimpin Ansarallah, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, yang disampaikan pada Kamis lalu (16/726). Al-Houthi menilai operasi militer Amerika Serikat dan Israel tidak mencerminkan keberhasilan strategis.

Dia juga menyebut perubahan pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam waktu singkat sebagai indikasi kegagalan Washington menghadapi Iran. Pernyataan tersebut merupakan penilaian Al-Houthi.

Al-Houthi selanjutnya menyerukan agar negara-negara di kawasan bersikap netral dan tidak membuka wilayah maupun ruang udara mereka untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurut dia, sebagian negara justru terus memberikan dukungan logistik, pendanaan, dan akses wilayah yang dinilai menguntungkan kepentingan Washington dan Tel Aviv.

Baca juga: Sayyid Abdul Malik: Gaza Tercekik, Dunia Arab Diam, Yaman Terus Melawan

Ancam Infrastruktur Vital Arab Saudi

Al-Houthi kembali menegaskan penolakan Ansarallah terhadap blokade atas Yaman, termasuk pembatasan terhadap pelabuhan, bandara, pergerakan penumpang, distribusi barang, dan layanan kemanusiaan.

Dia menegaskan Ansarallah tetap berpegang pada prinsip “blokade dibalas dengan blokade” dan akan merespons setiap peningkatan eskalasi.

Al-Houthi juga memperingatkan bahwa apabila Arab Saudi terlibat langsung dalam perang melawan Yaman, seluruh fasilitas minyak dan infrastruktur strategis negara itu akan menjadi sasaran rudal dan pesawat nirawak Ansarallah. []

Baca juga: Parlemen Yaman Umumkan Fase Baru Perlawanan

Continue Reading