Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

PBB: Lebih dari 38 Ribu Perempuan dan Anak Tewas di Gaza dalam Dua Tahun Konflik

Published

on

Warga Palestina, termasuk anak-anak, menunggu di pusat distribusi bantuan di Gaza untuk menerima makanan, Juli 2025. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia | 18 April 2026 — Badan PBB untuk perempuan melaporkan lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza hingga akhir 2025, mencakup lebih dari separuh total korban jiwa dalam konflik dua tahun terakhir, berdasarkan data otoritas kesehatan setempat.

Laporan Press TV pada Sabtu (18/4/2026) mengutip juru bicara badan tersebut, Sofia Calltorp, yang menyebut angka itu terdiri atas lebih dari 22.000 perempuan dan 16.000 anak perempuan. “Sejak Oktober 2023 hingga Desember 2025, lebih dari 38.000 perempuan dan anak perempuan tewas di Gaza akibat pemboman udara dan operasi militer darat Israel,” ujarnya dalam pengarahan pers di Jenewa.

Rata-rata sedikitnya 47 perempuan dan anak perempuan meninggal setiap hari selama periode tersebut. PBB menilai angka riil kemungkinan lebih tinggi mengingat banyak korban masih tertimbun reruntuhan dan sistem pelaporan menghadapi keterbatasan serius.

Badan itu juga mencatat proporsi korban perempuan dan anak perempuan dalam konflik ini jauh melampaui pola pada konflik-konflik sebelumnya di Gaza.

Sejak operasi militer Israel dimulai pada 7 Oktober 2023, lebih dari 72.000 warga Palestina dilaporkan tewas dan sedikitnya 172.000 lainnya terluka. Mayoritas korban merupakan perempuan dan anak-anak.

Serangan berkepanjangan menghancurkan infrastruktur sipil secara luas, meliputi rumah sakit, sekolah, fasilitas olahraga, pembangkit listrik, sumber air, serta kawasan permukiman.

Situasi ini mendorong sebagian besar penduduk Gaza menjadi pengungsi di wilayahnya sendiri. Mereka bergantung pada bantuan kemanusiaan yang masuk terbatas akibat pembatasan akses yang ketat. []