Internasional
Paus Leo XIV Tegaskan Tak Gentar pada Trump
Jakarta, 16 April 2026 — Paus Leo XIV menegaskan kritik terhadap perang di Timur Tengah tidak ditujukan sebagai serangan pribadi kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Pernyataan ini muncul di tengah polemik terbuka antara Vatikan dan Washington yang terus memanas.
Paus Leo XIV menegaskan Gereja tidak berperan sebagai aktor politik dalam konflik internasional. Kritik terhadap perang disampaikan sebagai panggilan moral, bukan sikap politik.
“Saya tidak takut pada pemerintahan mana pun untuk menyampaikan pesan Injil. Itulah tugas saya dan tugas Gereja,” ujar Paus, sebagaimana dikutip Reuters pada 13 April 2026.
Paus menambahkan Gereja tidak menyusun kebijakan luar negeri atau menentukan arah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Fokus utama tetap pada seruan perdamaian dan rekonsiliasi bagi seluruh umat manusia.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden Donald Trump melontarkan kritik keras melalui unggahan di Truth Social pada 12 April 2026, yang kemudian dikutip Reuters pada 13 April 2026. Trump menilai Paus tidak tegas dalam menghadapi ancaman global dan lemah dalam memahami kebijakan luar negeri.
“Saya tidak melihat dia melakukan pekerjaan dengan baik. Dia tidak tegas terhadap kejahatan dan tidak memahami ancaman dari negara yang ingin memiliki senjata nuklir,” kata Trump.
Polemik tersebut memicu respons dari Eropa. Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, mengecam pernyataan Trump dan menyebut kritik terhadap Paus tidak dapat diterima.
Meloni menyatakan solidaritas kepada Paus Leo XIV dan menekankan pentingnya menjaga penghormatan terhadap pemimpin agama dalam situasi global yang sensitif.
Ketegangan ini menegaskan perbedaan antara pendekatan moral dan pendekatan politik dalam merespons konflik internasional.
Di titik ini, perdebatan tidak lagi berkisar pada perang semata, melainkan pada siapa yang berhak menetapkan batas moral dalam keputusan global. []
