Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Dukungan Indonesia Menggema di Iran, Diakui sebagai Suara Global Melawan Perang

Published

on

Iran dan Indonesia sama-sama menjunjung perdamaian, dengan komitmen kuat menjaga kedaulatan dan kemerdekaan. (Foto ilustrasi dari X IraninIndonesia)

Jakarta, 16 April 2026 — Dukungan publik Indonesia terhadap Iran mendapat respons langsung dari warga Iran. Video yang diunggah Kedutaan Besar Iran untuk Indonesia di platform X dan akun Instagram resmi @iraninindonesia pada 14 April menampilkan apresiasi warga di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Rekaman tersebut menampilkan warga dari berbagai kalangan, termasuk anak-anak, yang menyebut Indonesia berada di pihak yang membela keadilan. Ucapan disampaikan secara langsung dan personal, menandakan resonansi yang melampaui komunikasi diplomatik formal.

“Kami mencintai kalian dari hati kami. Kami senang kalian berada di sisi yang benar. Semoga kalian selalu sehat dan aman,” ujar seorang warga.

Sejumlah warga menegaskan pesan dari Indonesia telah diterima dan menjadi penguat di tengah tekanan yang berlangsung. Mereka menyatakan tetap bertahan meski menghadapi sanksi berkepanjangan dan situasi yang memburuk. “Pesan kalian sampai kepada kami. Ini memberi kami kekuatan untuk terus berdiri,” kata warga lain.

Video tersebut merupakan respons atas ajakan Kedutaan Iran sehari sebelumnya yang meminta warganet Indonesia mengirimkan satu kalimat dukungan. Kedutaan menyatakan seluruh pesan telah dihimpun dan diteruskan kepada masyarakat Iran.

Di tingkat global, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baqae, menyebut jutaan dukungan dari berbagai negara sebagai cerminan hati nurani publik dunia. Dalam unggahan di akun X pada 14 April, ia menegaskan solidaritas terhadap Iran menunjukkan adanya kesadaran global atas konflik yang berlangsung.

Ia menyatakan Iran mencatat dukungan tersebut, terutama dari negara-negara muslim seperti Irak, Yaman, Lebanon, Turki, Pakistan, Afghanistan, India, dan Palestina. Dukungan juga datang dari berbagai kawasan lain, termasuk negara-negara Afrika, Tajikistan, Azerbaijan, Meksiko, Kuba, Jepang, Prancis, Inggris, dan Brasil.

Menurut Baqae, sebagian masyarakat Amerika Serikat turut menyuarakan penolakan terhadap perang yang dipicu kebijakan Presiden Donald Trump, mencerminkan perbedaan sikap di dalam negeri negara tersebut.

Di Indonesia, respons serupa muncul dari tokoh publik dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia, memperlihatkan perhatian luas terhadap eskalasi konflik.

Arus solidaritas lintas negara ini bergerak cepat melalui media sosial, membentuk jalur komunikasi langsung antarwarga dan memperluas pengaruh opini publik di luar kanal diplomasi resmi. []