Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kepala Staf Umum Iran Peringatkan AS

Published

on

Mayor Jenderal Abdollahi, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan serangan terhadap kapal tanker Iran akan dibalas dengan penargetan pangkalan AS di kawasan.
Mayor Jenderal Abdollahi, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran, memperingatkan serangan terhadap kapal tanker Iran akan dibalas dengan penargetan pangkalan AS di kawasan.

Media ABI, 9 September 2026 – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Abdollahi memperingatkan Amerika Serikat bahwa setiap serangan terhadap kapal tanker Iran akan dibalas dengan serangan terhadap pangkalan militer Amerika di kawasan.

Abdollahi menyampaikan peringatan tersebut melalui unggahan di salah satu media sosial, sebagaimana dikutip Kantor Berita Mehr pada Rabu (9/9/26). Dalam unggahan itu, Abdollahi mengatakan militer Amerika telah memperingatkan kapal-kapal tanker Iran untuk melakukan evakuasi sebelum menjadi sasaran serangan.

Baca juga: Iran kepada Pasukan AS, Tinggalkan Teluk Persia dan Kembali ke “Teluk Babi”

“Militer agresor Amerika telah memperingatkan kapal-kapal tanker Iran untuk melakukan evakuasi agar dapat diserang. Karena itu, saya menyatakan bahwa setiap serangan terhadap kapal tanker Iran akan membuat pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan menjadi sasaran pasukan bersenjata Republik Islam Iran,” demikian pernyataan Abdollahi.

Peringatan tersebut disampaikan di tengah rangkaian aksi militer di sekitar Selat Hormuz. Pada Rabu, 9 September 2026, Sepah News mempublikasikan pernyataan Hubungan Masyarakat Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengenai operasi Angkatan Lautnya di kawasan tersebut.

IRGC menyebut dua kapal Amerika Serikat, delapan kapal tanker, dan 10 kapal yang disebut melanggar ketentuan pelayaran menjadi sasaran di Selat Hormuz. Operasi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap serangan Amerika terhadap lima kapal tanker Iran di Teluk Persia.

Baca juga: Korea Selatan Kirim Tim Peneliti ke Selat Hormuz

Dua kapal AS dan delapan kapal tanker mengalami kerusakan berat, menurut pernyataan tersebut. Sementara itu, 10 kapal lainnya menjadi sasaran setelah berupaya melintasi wilayah yang dinyatakan terlarang dan tidak aman di Selat Hormuz. IRGC menyebut kapal-kapal tersebut bergerak dengan dorongan dan dukungan militer Amerika Serikat.

IRGC menegaskan Selat Hormuz tetap berada dalam pengawasan dan pengelolaan Angkatan Lautnya. Pasukan tersebut juga menyatakan akan terus menjaga jalur pelayaran strategis itu.

Dalam pernyataan yang sama, IRGC menyinggung keteguhan rakyat Iran yang disebut telah bertahan selama sekitar 190 hari dalam menghadapi konflik. []

Baca juga: Serangan Rudal Iran ke Kapal Perang AS Picu Kekhawatiran di Washington