Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Kelompok Muslim Terbesar AS Kecam Tewasnya Bayi Palestina

Published

on

CAIR mengecam tewasnya bayi Palestina berusia tujuh bulan oleh serangan Israel. (Foto ilustrasi)

Ahlulbait Indonesia, 6 Juni 2026 — Kelompok hak sipil Muslim terbesar di Amerika Serikat mengecam keras serangan pasukan Israel di Tepi Barat yang menyebabkan tewasnya sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk seorang bayi berusia tujuh bulan.

Menurut laporan Anadolu Agency yang dikutip Mehr News Agency pada Sabtu (6/6/2026), Council on American-Islamic Relations (CAIR) mengutuk tindakan militer Israel yang menewaskan warga sipil Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat.

Baca juga: Hamas Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan 7 Warga Sipil

Dalam pernyataannya, CAIR menyebut kematian bayi berusia tujuh bulan akibat tembakan pasukan Israel sebagai kejahatan mengerikan yang seharusnya mengguncang nurani setiap manusia.

“Kematian seorang bayi berusia tujuh bulan di tangan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki secara ilegal adalah kejahatan mengerikan yang harus mengguncang hati nurani setiap manusia,” demikian pernyataan organisasi tersebut.

CAIR juga menyoroti berulangnya korban sipil dalam operasi militer Israel dan mempertanyakan berlanjutnya dukungan internasional terhadap tindakan tersebut.

Organisasi itu menyatakan bahwa tidak seharusnya ada impunitas atau dukungan bagi pasukan yang berulang kali dituduh menewaskan anak-anak, tenaga medis, jurnalis, dan warga sipil.

Selain itu, CAIR mendesak pemerintah Amerika Serikat dan komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret guna melindungi warga sipil Palestina, mengakhiri pendudukan, serta memastikan penghormatan terhadap hukum internasional.

Baca juga: Paus Leo XIV: Agresi Militer AS dan Israel terhadap Iran Bukan Perang yang Adil

Pernyataan tersebut disampaikan setelah pasukan Israel menembaki kendaraan sebuah keluarga Palestina di wilayah selatan Tepi Barat pada Sabtu.

Dalam insiden itu, tiga anggota keluarga mengalami luka-luka, termasuk seorang bayi berusia tujuh bulan. Bayi tersebut kemudian meninggal dunia akibat luka yang dideritanya.

Insiden tersebut kembali memicu kecaman terhadap operasi militer Israel di wilayah Palestina yang diduduki dan memperkuat seruan berbagai organisasi hak asasi manusia agar perlindungan terhadap warga sipil ditingkatkan. []

Baca juga: Belajar dari Iran, Eks Pilot F16 Ingatkan Indonesia Siapkan Pertahanan Asimetris