Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Desak NATO Bertanggung Jawab atas Dukungan Serangan ke Iran

Published

on

Juru Bicara Kemlu Iran Esmaeil Baghaei menyatakan kelompok kerja teknis Iran dan AS mulai membahas isu nuklir, sanksi, pengawasan, dan penyelesaian sengketa.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyampaikan pernyataan yang menuntut NATO dan sejumlah negara anggotanya mempertanggungjawabkan dugaan keterlibatan dalam operasi militer terhadap Iran. (Foto: Fars News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 25 Juni 2026 — Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menuntut NATO beserta negara-negara anggotanya mempertanggungjawabkan keterlibatan dalam serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan menyusul komentar Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, yang mengakui adanya dukungan sejumlah negara anggota terhadap operasi militer tersebut.

Menurut Farsnews Agency, dalam pernyataan yang disampaikan Kamis (25/6/2026), Baghaei menyebut pengakuan Rutte sebagai bukti keterlibatan aktif NATO dalam apa yang disebut Iran sebagai agresi militer terhadap sebuah negara berdaulat anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Baca juga: IRGC Tolak Jalur Pelayaran Baru di Selat Hormuz, Kapal Wajib Gunakan Rute Resmi Iran

“Pengakuan terbuka Sekretaris Jenderal NATO merupakan pengakuan atas keterlibatan aktif organisasi tersebut dalam agresi militer yang melanggar prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional,” tulis Baghaei.

Baghaei menambahkan bahwa NATO dan setiap negara anggota yang terlibat dalam proses pengambilan keputusan terkait operasi tersebut harus bertanggung jawab atas seluruh konsekuensi yang ditimbulkan.

Menurut laporan Farsnews Agency, Baghaei juga menyoroti pernyataan Mark Rutte yang menyebut Italia mengizinkan sekitar 500 pesawat militer Amerika Serikat lepas landas dari pangkalan militer AS di wilayah Italia selama operasi terhadap Iran.

Rutte juga disebut menyatakan bahwa selama konflik berlangsung, Bandara Bukares di Rumania ditutup untuk lalu lintas udara sipil guna mendukung penerbangan pesawat pengisian bahan bakar militer Amerika Serikat.

Baca juga: Qalibaf: Akar Krisis Kawasan adalah Israel, Dunia Islam Harus Bangun Tatanan Baru

Melalui akun X, Baghaei menyatakan bahwa Italia, Rumania, dan setiap negara Eropa lain yang menurut Iran membantu operasi militer Amerika Serikat dan Israel harus memberikan penjelasan kepada masyarakat internasional mengenai alasan keterlibatan mereka.

Baghaei juga menegaskan bahwa negara-negara tersebut ikut bertanggung jawab atas serangan yang menurut Iran menimbulkan korban dan kerusakan di sejumlah wilayah, termasuk Tehran, Isfahan, Tabriz, Shiraz, Bandar Abbas, Hamadan, Sanandaj, Lamerd, dan Minab.

Laporan Farsnews menambahkan bahwa pernyataan Rutte dinilai bertentangan dengan sikap Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni. Sebelumnya, Meloni mengatakan kepada parlemen bahwa Italia tidak mendukung maupun berpartisipasi dalam operasi militer terhadap Iran. []

Baca juga: Tantang Dominasi Starlink, Iran Bangun Jaringan Satelit Nasional Syahid Soleimani