Internasional
IRGC Hancurkan Radar Peringatan Dini dan Hanggar Drone MQ-9 AS di Kuwait

Ahlulbait Indonesia, 20 Juli 2026 – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan telah melancarkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait, dalam gelombang ke-22 Operasi Nasr 2.
Dalam pernyataan ke-32 yang dirilis melalui Sepah News pada Senin (20/7), Humas IRGC menyebut sasaran serangan mencakup sistem radar peringatan dini, gudang peralatan dan suku cadang penerbangan, serta hanggar drone MQ-9 milik Amerika Serikat. IRGC menyatakan sistem radar tersebut berhasil dihancurkan, sementara gudang logistik dan hanggar terkena serangan yang diklaim mengakibatkan beberapa drone MQ-9 terbakar.
Baca juga: Ansarullah: Saudi Akan Hadapi Respons Menyeluruh dari Yaman
Menurut IRGC, operasi tersebut merupakan respons atas serangkaian serangan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran.
Pernyataan itu tidak hanya memuat laporan mengenai operasi militer, tetapi juga ditujukan kepada masyarakat Kuwait. IRGC menyatakan bahwa sebagian wilayah Kuwait selama bertahun-tahun digunakan sebagai pangkalan militer Amerika Serikat untuk melancarkan operasi terhadap Iran serta sejumlah negara Muslim lainnya, termasuk Irak, Afghanistan, dan Palestina.
IRGC juga mengaitkan operasi tersebut dengan konflik yang dimulai sekitar 140 hari lalu. Dalam pernyataannya, Amerika Serikat disebut bertanggung jawab atas gugurnya 168 siswi sekolah dasar di Minab serta syahidnya Imam Ali Khamenei.
Melalui pernyataan yang sama, IRGC menyerukan kepada rakyat Kuwait agar tidak membiarkan wilayah negaranya dijadikan basis operasi militer Amerika Serikat. IRGC juga mengajak masyarakat Kuwait untuk mencegah wilayahnya digunakan sebagai titik awal operasi yang menargetkan negara-negara dan masyarakat Muslim. []
Baca juga: Rudal Balistik IRGC Hantam Pesawat C-17 dan P-8 AS di Bandara Aqaba







