Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Kembangkan Sistem Pertahanan Udara Baru, Disebut Belum Ada Tandingannya

Published

on

Iran tengah merancang dan membangun sistem pertahanan udara baru yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri.
Iran tengah merancang dan membangun sistem pertahanan udara baru yang sepenuhnya dikembangkan di dalam negeri.

Media ABI, 1 September 2026 — Iran tengah mengembangkan sejumlah sistem pertahanan udara baru yang dirancang dan dibangun sepenuhnya di dalam negeri. Komandan Pasukan Pertahanan Udara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Alireza Elhami, menyatakan sistem tersebut tidak memiliki contoh atau padanan asing yang dikenal.

Elhami mengatakan kepada Kantor Berita Fars pada Selasa (1/9/26) bahwa sejumlah rancangan yang kini dikembangkan secara bertahap mulai diwujudkan menjadi sistem yang siap digunakan dalam operasi.

Baca juga: Dari Ketergantungan hingga Bavar 373: Jalan Panjang Iran dalam Menjaga Langitnya

“Tidak ada contoh asing yang dikenal untuk sistem-sistem tersebut,” katanya.

Menurut Elhami, pengembangan tidak berhenti ketika sistem mulai digunakan. Kemampuan dan kinerja setiap sistem akan diuji di lapangan, kemudian disempurnakan hingga mencapai tingkat kematangan yang diperlukan.

Setelah melewati evaluasi operasional serta tahapan teknis dan hukum, sistem-sistem tersebut akan memasuki tahap produksi dan pengembangan dalam jumlah lebih besar.

Pengembangan teknologi pertahanan udara dalam negeri sebelumnya telah menjadi bagian dari kemampuan Iran dalam perang 40 hari. Sejumlah sistem domestik dikerahkan dalam konflik tersebut dan, menurut laporan Fars, berperan dalam menghadapi lebih dari 200 pesawat musuh.

Salah satu keunggulan yang diklaim Iran dari sistem pertahanan buatan dalam negeri terletak pada terbatasnya informasi pihak lawan mengenai spesifikasi, kemampuan, dan cara kerja sistem tersebut.

Baca juga: Iran Tidak Akan Diam terhadap Agresi dari Mana Pun

Keterbatasan informasi itu disebut menyulitkan pihak lawan dalam menghadapi pertahanan udara Iran selama perang 40 hari. Dalam sejumlah peristiwa, pihak lawan disebut tidak mengetahui sistem yang digunakan untuk menyerang sasaran mereka, termasuk cara menghadapi sistem tersebut.

Bagi Elhami, pengalaman operasional menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi baru. Sistem yang telah digunakan akan terus dievaluasi dan disempurnakan berdasarkan hasil di lapangan sebelum memasuki tahap produksi.

Dengan demikian, sistem yang kini masih berada dalam tahap perancangan dan pembangunan akan dikembangkan hingga mencapai tingkat kematangan yang memungkinkan produksi serta pengembangan lebih lanjut. []

Baca juga: Bersitegang dengan Pete Hegseth, Menteri Angkatan Darat AS Mundur