Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Trump: Perang Melawan Iran Hanya Konflik Kecil bagi Amerika

Published

on

Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih dan kembali menyampaikan klaim mengenai perang melawan Iran serta Selat Hormuz.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada wartawan di Gedung Putih dan kembali menyampaikan klaim mengenai perang melawan Iran serta Selat Hormuz.

Media ABI, 1 September 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin malam kembali mengklaim Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir dan menyebut perang melawan Iran sebagai konflik yang relatif kecil bagi Amerika Serikat.

Dalam keterangannya kepada wartawan di Gedung Putih, Trump juga mengulang klaim bahwa Selat Hormuz tetap terbuka dan Iran telah mengalami kekalahan dalam perang.

Menurut laporan Fars News Agency pada Senin malam, 31 Agustus 2026, Trump mengatakan tujuan utama Amerika Serikat adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Semua ini tentang itu, bukan hal lain. Jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel akan lenyap dan mungkin Timur Tengah juga tidak akan ada,” kata Trump.

Baca juga: Bersitegang dengan Pete Hegseth, Menteri Angkatan Darat AS Mundur

Trump kemudian melontarkan sejumlah tuduhan terhadap Iran. Menurutnya, jika memiliki senjata nuklir, Iran akan menyerang kota-kota Amerika Serikat. Trump juga mengklaim Iran menghadapi inflasi sebesar 350 persen, kekurangan mata uang, serta tidak mampu membayar gaji tentaranya.

Dalam upaya menggambarkan hasil perang sebagai keberhasilan Amerika Serikat, Trump mengklaim kekuatan angkatan laut dan angkatan udara Iran telah dihancurkan. Ia juga menyebut sebagian besar peralatan pengawasan Iran telah dimusnahkan.

“Ini adalah perang yang relatif kecil bagi kami,” ujar Trump.

Trump mengatakan pernyataan tersebut tidak berarti Amerika Serikat tidak akan kembali menyerang Iran. Menurutnya, perkembangan selanjutnya masih harus dilihat.

Ia juga kembali mengklaim Selat Hormuz berada dalam kondisi yang baik dan rata-rata sekitar 30 kapal melintas setiap malam.

Ketika ditanya apakah Amerika Serikat menutup kemungkinan menggunakan senjata nuklir terhadap Iran, Trump memberikan jawaban yang tidak sepenuhnya konsisten.

“Saya tidak pernah mengatakan itu, tetapi jawabannya adalah ya. Tidak ada alasan untuk menggunakannya. Pertanyaan yang bodoh. Mereka benar-benar telah kalah secara militer. Setelah saya mengalahkan mereka, apakah saya juga akan menggunakan senjata nuklir? Itu bodoh,” katanya.

Trump juga menanggapi laporan mengenai kekhawatiran sejumlah pejabat militer senior Amerika Serikat terhadap kemungkinan operasi militer besar dan berkepanjangan terhadap Iran. Menurut laporan yang disebutkan dalam pertanyaan wartawan, sejumlah pejabat telah memperingatkan Menteri Perang AS Pete Hegseth bahwa operasi semacam itu dapat melemahkan kemampuan Washington menghadapi ancaman di kawasan lain, termasuk di dalam wilayah Amerika Serikat.

Baca juga: Iran Gulung Separatis dan Hantam Delta Force Amerika Secara Bersamaan

“Kami tidak memikirkan hal lain. Tidak ada orang lain yang cukup gila untuk melakukan itu,” kata Trump.

Menanggapi laporan mengenai menipisnya persediaan sistem pertahanan Amerika Serikat di sejumlah pangkalan di Asia Barat, Trump mengklaim Washington masih memiliki persediaan amunisi yang sangat besar di berbagai wilayah dunia.

“Kami memiliki begitu banyak amunisi di seluruh dunia sehingga kami selalu dapat menggunakannya jika kami mau,” ujarnya.

Trump melanjutkan bahwa Amerika Serikat memiliki persediaan besar amunisi kelas menengah dan persenjataan lama yang, menurutnya, masih sangat kuat.

“Kami hanya berbicara tentang apa yang kami sebut sebagai peralatan terbaik. Kami berada dalam kondisi yang sangat baik. Namun, kami selalu dapat menggunakan sumber lain, meskipun saya rasa kami tidak akan memerlukannya karena tidak ada yang akan mengganggu kami,” kata Trump. []

Baca juga: Citra Satelit Rekam Kerusakan Hanggar Jet Tempur Amerika di Yordania