Internasional
Hujjatul Islam Shahriari Ajak Kampus Indonesia dan Iran Perkuat Persatuan Dunia Islam

Media ABI, 29 Agustus 2026 – Kerja sama antara perguruan tinggi Indonesia dan Iran dapat menjadi jalan untuk mempererat hubungan antarmazhab sekaligus memperkuat persatuan umat Islam. Pandangan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Forum Dunia untuk Pendekatan Mazhab Islam, Hujjatul Islam Dr. Hamid Shahriari, saat bertemu akademisi Indonesia Abdullah As-Seqaf di Teheran.
Pertemuan tersebut berlangsung di sela Konferensi Persatuan Islam Internasional ke-40 yang dihadiri ulama, pemikir, dan tokoh dari berbagai negara Islam.
Baca juga: Pete Hegseth Bidik Gedung Putih, Gantikan Trump
Dalam pertemuan itu, Shahriari menyoroti peran universitas dan pusat-pusat keilmuan dalam memperluas hubungan antarnegara Islam, baik melalui kerja sama akademik maupun dialog di bidang kebudayaan dan sosial.
“Republik Islam Iran memiliki universitas-universitas yang bereputasi dan dikenal luas. Kapasitas ini dapat membuka jalan bagi kerja sama ilmiah dan akademik dengan pusat-pusat pendidikan tinggi di berbagai negara Islam,” kata Shahriari seperti dilaporkan Taghrib News pada Jumat (28/8/26).
Menurutnya, hubungan antara perguruan tinggi Indonesia dan Iran dapat membuka ruang untuk mempertemukan berbagai potensi yang berkembang di kedua negara. Kampus juga dapat menjadi tempat dialog antarbangsa Muslim serta membantu kedua pihak saling mengenali pengalaman dan kapasitas masing-masing.
Shahriari menekankan bahwa penguatan persatuan dunia Islam membutuhkan hubungan yang lebih erat di antara para ulama dan pemikir.
“Untuk mencapai persatuan, harus dibentuk sebuah gerakan para ulama. Ulama dan pemikir dunia Islam dapat memperkuat landasan bersama umat Islam melalui komunikasi dan kerja sama yang lebih luas,” ujarnya.
Baca juga: Rusia Melihat Militer Amerika Melemah akibat Perang Iran
Abdullah As-Seqaf mengatakan perguruan tinggi Indonesia memiliki kapasitas besar untuk mengembangkan hubungan akademik dengan Iran, terutama dalam bidang politik dan sosial.
“Universitas-universitas Indonesia memiliki kapasitas yang baik untuk membangun hubungan akademik, khususnya dalam bidang politik dan sosial. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk memperluas kerja sama ilmiah antara kedua negara,” katanya.
Ketertarikannya terhadap Iran, menurut Abdullah, juga berangkat dari kekayaan dan kedalaman peradaban Islam yang dimiliki negara tersebut. Selama melakukan perjalanan dan mengunjungi sejumlah universitas di Iran, ia berkesempatan melihat langsung kapasitas ilmiah dan pendidikan yang berkembang di negara itu.
Dari pengamatannya terhadap lingkungan akademik kedua negara, Abdullah melihat upaya yang lebih besar di Iran untuk membawa ilmu-ilmu teoretis ke bidang terapan dan praktis.
Menurutnya, pengalaman tersebut dapat menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman antara perguruan tinggi Indonesia dan Iran.
Pertemuan itu juga membahas pengembangan kerja sama ilmiah, akademik, dan kebudayaan antara kedua negara, termasuk pemanfaatan pusat-pusat keilmuan untuk mempererat hubungan di antara bangsa-bangsa Muslim. []
Baca juga: Ayatullah Mujtaba: Rakyat Berhak atas Pelayanan Pemerintah







