Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pete Hegseth Bidik Gedung Putih, Gantikan Trump

Published

on

Menteri Perang AS Pete Hegseth berbicara dalam kegiatan politik di Iowa, sementara laporan mengenai kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2028 memicu spekulasi tentang persaingan penerus Donald Trump.
Menteri Perang AS Pete Hegseth berbicara dalam kegiatan politik di Iowa, sementara laporan mengenai kemungkinan pencalonannya dalam pemilihan presiden 2028 memicu spekulasi tentang persaingan penerus Donald Trump.

Media ABI, 29 Agustus 2026 – Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth disebut tengah mempertimbangkan kemungkinan maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat pada 2028, meski belum mengambil keputusan untuk mencalonkan diri.

NBC News pada Jumat, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency, Sabtu (29/8/26), mengutip dua sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut. Keduanya mengatakan Hegseth telah membahas kemungkinan memasuki persaingan menuju Gedung Putih bersama sejumlah teman dekat dan orang-orang di lingkarannya.

Baca juga: Sana’a: Saudi Kerahkan Pasukan untuk Tekan Yaman

Namun, Hegseth membantah laporan tersebut. Ia menyatakan kabar mengenai rencana pencalonannya tidak benar dan menegaskan fokusnya saat ini tetap memimpin Departemen Perang.

Perbincangan mengenai masa depan politik Hegseth menguat setelah kehadirannya dalam sebuah kegiatan politik di Iowa pada awal bulan ini. Negara bagian tersebut memiliki posisi penting dalam tahapan awal pemilihan presiden AS karena menjadi salah satu arena pertama persaingan internal partai.

Dalam kunjungannya, Hegseth tampil dalam kegiatan kampanye anggota Kongres Partai Republik Zach Nunn di Iowa State Fair. Kehadirannya kemudian memunculkan dugaan bahwa ia mulai membangun pijakan politik di luar tugasnya sebagai Menteri Perang.

Persaingan untuk Era Setelah Trump

Nama Hegseth pun masuk dalam pembicaraan mengenai siapa yang akan tampil sebagai calon penerus Donald Trump di Partai Republik pada 2028.

Sebelumnya, Wakil Presiden JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah lebih dahulu disebut sebagai tokoh yang berpeluang masuk dalam persaingan menuju nominasi Partai Republik.

Baca juga: Sana’a: Saudi Kerahkan Pasukan untuk Tekan Yaman

Meski demikian, kontestasi tersebut masih jauh dari pasti. Belum ada tokoh yang secara resmi menyatakan diri maju, sementara dukungan Trump diperkirakan akan tetap menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah persaingan di internal Partai Republik.

Dari Fox News ke Departemen Perang

Bagi Hegseth, isu mengenai kemungkinan menuju Gedung Putih juga tidak dapat dipisahkan dari posisinya yang cukup menonjol di pemerintahan Trump.

Sebelum masuk ke pemerintahan, Hegseth dikenal sebagai pembawa acara Fox News. Setelah bergabung dalam kabinet, penunjukannya sebagai Menteri Pertahanan, yang kini disebut Menteri Perang dalam pemerintahan Trump, menjadikannya salah satu tokoh muda yang paling diperhatikan di Washington.

Proses pengesahan pencalonannya di Senat berlangsung di tengah sorotan tajam, termasuk terkait tuduhan pelecehan seksual dan persoalan penggunaan alkohol. Hegseth akhirnya memperoleh persetujuan dengan selisih suara yang sangat tipis.

Laporan NBC News kini kembali menempatkan namanya dalam pembicaraan mengenai pemilihan presiden 2028. Namun, sampai saat ini Hegseth secara terbuka membantah bahwa dirinya tengah mempersiapkan langkah menuju Gedung Putih. []

Baca juga: Rusia Melihat Militer Amerika Melemah akibat Perang Iran