Internasional
Ayatullah Mujtaba: Rakyat Berhak atas Pelayanan Pemerintah

Media ABI, 29 Agustus 2026 – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayyid Mujtaba Hosseini Khamenei, menegaskan bahwa rakyat berhak merasakan pelayanan pemerintah dan seluruh lembaga negara. Dalam pesan memperingati Pekan Pemerintahan Iran, Jumat malam, ia juga melarang segala tindakan yang dapat merusak persatuan sosial.
“Dengan tegas saya nyatakan, melakukan apa pun yang merugikan persatuan sosial adalah dilarang,” tegas Ayatullah Mujtaba dalam pesan yang dikutip Kantor Berita Fars, Sabtu (29/8/26).
Baca juga: Manifesto Perlawanan dan Kebangkitan Umat dalam Pesan Haji Ayatullah Mujtaba Khamenei
Pesan tersebut turut memuat peringatan terhadap pernyataan yang menimbulkan keputusasaan, melemahkan semangat nasional, dan menciptakan pertentangan semu di tengah masyarakat.
Ia secara khusus menyoroti dikotomi yang dinilainya tidak memiliki dasar nyata, seperti mempertentangkan perang dengan perundingan, persatuan dengan ekstremisme, serta kompromi dengan sikap mencari perang. Pembelahan semacam itu, menurutnya, pernah menimbulkan kerugian langsung maupun tidak langsung bagi rakyat Iran dan masih dapat membawa dampak serupa.
Persatuan Sosial dalam Setiap Kebijakan
Persatuan dan kohesi sosial, menurut Ayatullah Mujtaba, harus menjadi pertimbangan dalam setiap kebijakan pemerintah, baik di bidang kebudayaan, sosial, politik, keamanan, maupun ekonomi.
Dukungan dari sebagian kelompok masyarakat tidak dengan sendirinya menjadikan sebuah kebijakan bebas dari risiko. Tanpa memperhitungkan dampaknya terhadap persatuan sosial, kebijakan tersebut tetap dapat merugikan kelompok pendukung maupun masyarakat secara lebih luas.
Dalam pesan tersebut, Ayatullah Mujtaba juga menyampaikan penghargaan kepada para pegawai dan pejabat pemerintah, terutama Presiden Iran, atas langkah-langkah yang ditempuh di tengah keterbatasan, tekanan Amerika Serikat dan Zionis, pengetatan sanksi, serta blokade.
Ia menyinggung upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat, memulihkan sejumlah titik penting yang mengalami kerusakan, dan menangani persoalan energi.
Menonjolkan Kekuatan, Menyelesaikan Kekurangan
Iran, menurut Ayatullah Mujtaba, membutuhkan kerja keras dan inovasi untuk menjadi negara yang semakin kuat. Upaya tersebut harus berjalan seiring dengan kemampuan menjelaskan kepada masyarakat mengenai kekuatan dan kapasitas yang dimiliki negara.
Kelemahan dan kekurangan tidak perlu terus-menerus ditonjolkan. Persoalan itu membutuhkan perencanaan dan tindakan untuk diselesaikan.
Pengungkapan kelemahan secara terbuka dalam situasi tertentu, katanya, justru dapat menguntungkan pihak yang memusuhi Iran dan menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Sebaliknya, kekuatan dan berbagai capaian positif perlu disampaikan kepada publik secara layak.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei: Ghadir Adalah Jalan Kepemimpinan dan Kebangkitan Umat
Dalam enam bulan terakhir, rakyat Iran, menurut Ayatullah Mujtaba, telah menunjukkan keteguhan melalui perjuangan menghadapi musuh, kehadiran di berbagai medan, serta persatuan dan kebersamaan.
Karena itu, masyarakat berhak merasakan hasil pelayanan pemerintah dan seluruh lembaga negara dalam memenuhi kebutuhan mereka.
Produksi Dalam Negeri sebagai Tumpuan Ekonomi
Pada sektor ekonomi, perhatian pemerintah diminta diarahkan kepada persoalan yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat, mulai dari inflasi dan pengangguran hingga pengelolaan harga serta pasar barang dan jasa.
Pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, penyaluran modal ke sektor-sektor produktif, penguatan produksi, dan pengurangan secara bertahap peran dominan dolar juga termasuk dalam agenda yang ditekankannya.
Kebijakan ekonomi perlawanan, menurut Ayatullah Mujtaba, harus tetap menjadi salah satu landasan dalam pengelolaan ekonomi nasional, dengan produksi dalam negeri sebagai salah satu kunci utama.
Namun, kebutuhan masyarakat terhadap barang konsumsi maupun barang khusus harus tetap terpenuhi. Ketika produksi dalam negeri belum mampu mencukupi kebutuhan, impor dapat dilakukan secara tepat dan bijaksana.
Penguatan produksi domestik yang dibarengi dengan pengelolaan impor dan harga diyakininya dapat membantu Iran secara bertahap mengatasi berbagai persoalan ekonomi.
Pemerintah juga perlu mengelola situasi secara cermat, melibatkan masyarakat, memanfaatkan kemampuan para spesialis, serta membuka ruang bagi teknologi dan kapasitas baru untuk mendorong pembangunan.
Baca juga: Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei: Kami Berikrar Menuntut Pembalasan terhadap Para Penjahat
Ayatullah Mujtaba menilai musuh Iran berusaha menanamkan pandangan bahwa pembangunan dan kemajuan hanya dapat dicapai dengan mengikuti kehendak mereka. Pandangan itu, menurutnya, bertentangan dengan pengalaman sejarah Iran dan dampak campur tangan kekuatan asing terhadap negara serta sumber dayanya pada masa sebelum Revolusi Islam.
Teknologi dan Inovasi untuk Kemajuan Negara
Pemanfaatan teknologi dan inovasi yang dikembangkan generasi muda dan kalangan elite turut mendapat perhatian.
Penggunaan teknologi pada waktu yang tepat, disertai keberanian meninggalkan pola lama yang tidak lagi relevan, menurut Ayatullah Mujtaba, dapat menghasilkan kemajuan berarti bagi negara.
Potensi tersebut dapat dikembangkan dalam berbagai bidang, mulai dari pertanian dan industri hingga kebudayaan, pendidikan, komunikasi, dan kehidupan sosial.
Kebudayaan dan Pendidikan sebagai Dasar Pembangunan
Kebudayaan, pendidikan, dan pembinaan juga ditempatkan sebagai unsur penting yang harus diperhatikan dalam penyusunan berbagai kebijakan negara.
Perhatian khusus, menurut Ayatullah Mujtaba, perlu diberikan kepada kelompok-kelompok yang berperan dalam membentuk dan menyebarkan budaya positif, termasuk guru di sekolah, universitas, dan lembaga keagamaan.
Ia turut menyoroti pengabdian para perawat dan dokter di lembaga-lembaga non-swasta, serta peran perempuan dalam keluarga dalam mendidik generasi muda.
Pesan bertanggal 6 Shahrivar 1405 atau 28 Agustus 2026 itu ditutup dengan harapan agar pelaksanaan berbagai program pemerintah dapat membawa Iran menuju kondisi yang semakin kuat. []
Baca juga: Kelahiran dan Masa Kecil Imam Hasan Mujtaba




