Internasional
Hegseth: Opsi Militer AS terhadap Kuba Masih di Atas Meja

Ahlulbait Indonesia, 13 Agustus 2026 — Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth mengatakan aksi militer terhadap Kuba masih menjadi salah satu opsi Washington, di tengah meningkatnya tekanan politik dan ekonomi pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Havana. Pernyataan tersebut dilaporkan kantor berita Tasnim pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Hegseth mengatakan Havana perlu memperhatikan keinginan Trump untuk menggunakan apa yang disebutnya sebagai “kewenangan strategis” Amerika Serikat. Menurut Hegseth, masa depan Kuba akan bergantung pada keputusan para pemimpin Amerika Serikat dan Kuba.
Baca juga: Trump Pecat Juru Bicara Gedung Putih Caroline Leavitt
Hegseth juga mengatakan militer Amerika Serikat siap menghadapi berbagai kemungkinan terkait perkembangan situasi di Kuba.
Sebelumnya, Hegseth memperingatkan bahwa upaya Kuba memperoleh persenjataan yang mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat atau Pangkalan Angkatan Laut Guantanamo dapat memicu konfrontasi dengan Washington.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintahan Trump meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Kuba. Trump sebelumnya juga menyampaikan sejumlah pernyataan keras mengenai masa depan negara tersebut.
Meski kembali menyebut opsi militer, Hegseth tidak memberikan rincian mengenai bentuk maupun waktu tindakan yang mungkin diambil Amerika Serikat terhadap Kuba. []
Baca juga: The Guardian Ungkap Krisis Kesehatan Mental Awak USS Abraham Lincoln






