Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Araghchi: Perang 40 Hari Iran Jadi Pelajaran bagi Dunia Islam

Published

on

Abbas Araghchi menegaskan diplomasi Iran-AS dapat kembali berjalan jika Washington meninggalkan pendekatan tekanan dan membangun kepercayaan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyampaikan pidato dalam acara Revayat-e Rahmat, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Media ABI, 30 Agustus 2026 – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan ketahanan rakyat Iran selama perang 40 hari terakhir menjadi pelajaran bagi dunia Islam bahwa persatuan dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi kezaliman.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam acara seni Revayat-e Rahmat untuk memperingati 1.500 tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, Sabtu, 29 Agustus 2026, seperti dilaporkan Mehr News Agency.

Menurut Araghchi, rakyat Iran mampu bertahan selama 40 hari menghadapi kekuatan militer yang disebutnya sebagai yang terbesar di dunia, dengan dukungan dari sejumlah kekuatan dan negara lain.

Baca juga: Arab Saudi Minta AS Pimpin Kampanye Militer Melawan Yaman

“Rakyat Iran melakukan sebuah karya besar. Mereka berdiri selama 40 hari menghadapi kekuatan militer terbesar di dunia yang juga didukung oleh tentara dan negara-negara lain,” katanya.

Ia menilai periode tersebut menjadi bukti kekuatan dan keteguhan rakyat Iran. Persatuan yang terbangun antara masyarakat, angkatan bersenjata, pemerintah, dan berbagai lapisan sosial, menurutnya, menjadi kekuatan yang memungkinkan Iran bertahan di tengah situasi tersebut.

Araghchi mengatakan para menteri luar negeri dan pejabat sejumlah negara juga menyampaikan penghargaan atas ketahanan rakyat Iran selama perang.

Dalam acara yang sama, Araghchi mengenang para syuhada Iran, terutama mereka yang gugur dalam perang terakhir. Ia menyatakan seorang pemimpin revolusi yang gugur setelah 70 tahun berjuang di jalan Tuhan layak memperoleh kedudukan sebagai syahid.

Namun, ia menegaskan Iran tidak akan melupakan atau memaafkan apa yang disebutnya sebagai kejahatan besar.

Baca juga: Angkatan Laut IRGC: Selat Hormuz Sepenuhnya dalam Kendali Iran

Araghchi juga menegaskan persatuan dunia Islam tetap menjadi prioritas kebijakan luar negeri Republik Islam Iran.

Ia menyebut Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, dan negara-negara Muslim lainnya sebagai bagian dari keluarga besar dunia Islam. Menurutnya, persatuan tidak berarti seluruh negara memiliki pandangan dan jalan yang sama.

Perbedaan di antara negara-negara Islam, katanya, tetap harus dihadapi dengan menempatkan kepentingan yang lebih besar di atas berbagai perselisihan, agar dunia Islam mampu memperkuat posisinya dan menghadapi tekanan kekuatan-kekuatan besar. []

Baca juga: Perang Iran Kuras Anggaran Angkatan Laut AS