Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Serang Tujuh Titik Strategis di Arab Saudi

Published

on

Militer Yaman mengumumkan serangan terhadap sejumlah fasilitas strategis Saudi, termasuk di Riyadh, Yanbu, Dammam, dan Najran.
Yaman memperingatkan operasi militernya di wilayah Arab Saudi akan berlanjut dengan prinsip blokade dibalas blokade.

Media ABI, 25 Oktober 2026 – Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan bahwa militer negara itu telah melancarkan tujuh operasi militer menggunakan rudal balistik dan pesawat nirawak serang terhadap sejumlah titik strategis di Arab Saudi.

Menurut laporan Kantor Berita IRNA yang mengutip Almasirah, Saree dalam keterangannya pada Sabtu malam (24/10/2026) menyatakan bahwa Arab Saudi telah melancarkan 100 serangan udara ke berbagai wilayah Yaman dalam 24 jam terakhir. Serangan tersebut, menurut pernyataan Angkatan Bersenjata Yaman, menyasar lokasi dan infrastruktur sipil di Sana’a serta sejumlah provinsi yang disebut telah dibebaskan, dan mengakibatkan puluhan orang gugur serta terluka.

Saree mengatakan, serangan militer Yaman ke wilayah Arab Saudi merupakan respons terhadap serangan koalisi Saudi. Dalam pernyataan resminya, Angkatan Bersenjata Yaman juga menyebut bahwa sejak eskalasi terbaru dimulai, jumlah serangan dan gempuran rudal pihak yang mereka sebut sebagai agresor telah mencapai 3.123 kali.

Baca juga: Yaman: Arab Saudi Harus Menanggung Konsekuensi Militerisasi Laut Merah

Angkatan Bersenjata Yaman merinci tujuh operasi militer yang dilancarkan terhadap sejumlah sasaran strategis di Arab Saudi.

Dalam operasi pertama, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh menjadi sasaran dalam dua tahap serangan. Militer Yaman mengklaim serangan tersebut mengenai sasaran dengan presisi tinggi.

Operasi kedua menyasar fasilitas perusahaan minyak Aramco di Yanbu, yang menurut pernyataan tersebut berhasil dihantam secara akurat. Sementara itu, operasi ketiga menargetkan kilang minyak Rabigh.

Pada operasi keempat, militer Yaman menargetkan stasiun-stasiun pompa minyak mentah dan jaringan pipa yang menyalurkan minyak dari wilayah timur ke barat Arab Saudi. Angkatan Bersenjata Yaman mengklaim serangan tersebut berhasil mencapai sasarannya.

Operasi kelima menyasar Bandara Internasional King Fahd di Dammam. Menurut pernyataan militer Yaman, serangan tersebut mengenai sasaran secara akurat dan menyebabkan gangguan pada navigasi penerbangan serta operasional penerbangan di bandara itu.

Baca juga: Yaman Serang Gedung Kementerian Pertahanan Arab Saudi di Riyadh

Selanjutnya, operasi keenam menargetkan Bandara Najran, sedangkan operasi ketujuh diarahkan ke Pangkalan Udara Khamis Mushait. Militer Yaman menyebut bahwa kedua serangan tersebut mengenai sasaran secara langsung dan akurat.

Pada akhir keterangannya, Saree menegaskan bahwa operasi militer Yaman di wilayah Arab Saudi akan terus berlanjut. Angkatan Bersenjata Yaman menyatakan akan tetap menjalankan kewajiban agama dan suci untuk membela negara serta rakyat Yaman, dengan bertawakal kepada Allah dan mengandalkan dukungan suku-suku Yaman yang merdeka dan setia.

Dalam pernyataan penutupnya, Angkatan Bersenjata Yaman menegaskan bahwa operasi terhadap wilayah dalam Arab Saudi, penerapan prinsip “blokade dibalas dengan blokade” dan “eskalasi dibalas dengan eskalasi”, serta penargetan pergerakan pihak Saudi yang mereka anggap sebagai musuh akan terus dilakukan hingga serangan terhadap Yaman dihentikan dan blokade terhadap negara itu dicabut. []

Baca juga: Militer Yaman Desak Pasukan Pro-Saudi di Taiz Menyerah sebelum Terlambat