Internasional
Iran Singgung Jaringan Komunikasi Bawah Laut Berpotensi Jadi Sasaran Perang

Media ABI, 25 Oktober 2026 — Iran mengisyaratkan kemungkinan menjadikan infrastruktur energi dan komunikasi di kawasan, termasuk jaringan komunikasi bawah laut di Teluk Persia dan Laut Oman, sebagai sasaran dalam perang mendatang. Ancaman tersebut disampaikan Juru Bicara Angkatan Darat Republik Islam Iran, Amir Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, dengan catatan bahwa langkah itu dapat ditempuh jika pihak musuh melakukan kesalahan kalkulasi.
Baca juga: Jaringan Intelijen Ansarullah Hantui Saudi, Ancaman Menjangkau Riyadh
Dilansir Fars News Agency pada Minggu malam (25/10/2026), Akraminia menyinggung operasi para pilot Angkatan Darat Iran pada 2 Maret 2026. Ia menyebut serangan jet tempur F-5 terhadap Pangkalan Buehring dan serangan pesawat Su-24 terhadap pangkalan Amerika Serikat di Qatar sebagai cerminan pendekatan ofensif Angkatan Darat Iran.
Menurut Akraminia, pendekatan tersebut merupakan bagian dari warisan berharga mendiang Komandan Mousavi. Ia mengatakan bahwa Mousavi, di bawah arahan Imam yang gugur, telah mengarahkan angkatan bersenjata Iran untuk mengadopsi pendekatan tersebut.
Baca juga: Iran Perkuat Pertahanan Berbasis Drone, Evaluasi Pengalaman Perang dengan AS-Israel
Akraminia menegaskan bahwa jika perang kembali pecah, Angkatan Darat Iran akan tetap mengandalkan pendekatan ofensif dengan persenjataan dan taktik yang lebih mutakhir.
Ia juga memperkirakan bahwa perang berikutnya tidak hanya akan meluas secara geografis, tetapi juga menghadirkan dimensi-dimensi baru. Dalam konteks itu, infrastruktur energi dan komunikasi di kawasan, termasuk jaringan yang membentang di dasar Teluk Persia dan Laut Oman, serta lokasi lain yang dinilai memiliki kepentingan bagi pihak musuh, disebut berpotensi menjadi sasaran operasi Iran.
Akraminia menyatakan bahwa perluasan operasi ke medan-medan baru tersebut dapat dilakukan apabila pihak musuh melakukan kesalahan kalkulasi. []
Baca juga: Foreign Policy: Taruhan Arab Saudi pada Trump Berakhir Petaka Keamanan






