Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Membaca Dunia, Menguatkan Indonesia: Seminar Kebangsaan DPW ABI Jawa Barat Kaji Ketangguhan Bangsa melalui Pengalaman Iran

Published

on

Poster raksasa bertajuk "Pemimpin Syahidku" karya Saber Sheikh Rezaee menghiasi Maidan-e Rah Ahan (Stasiun Kereta Api), Teheran, untuk memperingati pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei. Tema karya tersebut berbunyi "Pemimpin Syahidku" (bahasa Persia: Āghā-ye Shahīd-e Īrān).
Seminar ini menghadirkan akademisi, diplomat, dan pakar geopolitik untuk mengkaji ketangguhan bangsa melalui pengalaman Iran sebagai bahan refleksi dalam memperkuat kemandirian, ketahanan budaya, dan wawasan kebangsaan Indonesia.

Cimahi, 6 Juli 2026 — Tidak ada bangsa yang berkembang tanpa kesediaan belajar dari pengalaman bangsa lain. Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan lahir dari kemampuan membaca perubahan, memahami dinamika global, lalu merumuskan jalan sendiri sesuai karakter dan kepentingan nasional. Ketika persaingan geopolitik, revolusi teknologi, dan arus budaya melintasi batas negara, kemampuan menjaga kedaulatan, identitas, dan kemandirian menjadi semakin penting.

Atas dasar pemikiran tersebut, Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Barat akan menggelar Seminar Kebangsaan bertajuk “Membaca Dunia, Menguatkan Indonesia” pada Sabtu, 11 Juli 2026, di Kabuci Asih Putera, Cimahi.

Baca juga: DPW ABI Jawa Barat Siapkan Kader Hadapi Tantangan Informasi Publik Melalui Training Jurnalistik dan Kehumasan

Seminar bertema “Belajar dari Iran tentang Ketangguhan Bangsa (National Resilience) dan Memelihara Budaya di Tengah Tekanan Global” ini mengajak peserta mengkaji pengalaman Iran dalam membangun daya tahan nasional dan menjaga identitas budaya sebagai bahan refleksi bagi penguatan ketahanan bangsa Indonesia.

Ketua DPW ABI Jawa Barat, Ustadz Saiful Yusuf, dalam perbincangan dengan Media ABI, Senin (6/7/2026), menegaskan bahwa seminar ini lahir dari semangat memperluas wawasan kebangsaan melalui dialog akademik.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak takut belajar. Kita tidak datang untuk meniru secara membabi buta, tetapi mengambil pelajaran dari pengalaman berbagai bangsa yang berhasil menghadapi tantangan zamannya. Indonesia memiliki Pancasila, UUD 1945, serta jati diri sendiri. Namun, dalam membangun ketangguhan bangsa, kemandirian, dan ketahanan budaya, kita dapat memperkaya wawasan melalui pengalaman negara lain. Seminar ini merupakan ruang akademik untuk membaca dunia agar kita semakin mencintai dan menguatkan Indonesia,” ujarnya.

Iran dipilih sebagai salah satu bahan kajian karena pengalamannya menghadapi tekanan eksternal selama beberapa dekade. Di tengah sanksi ekonomi dan dinamika geopolitik, negara tersebut terus mengembangkan kapasitas nasional, memperkuat sektor-sektor strategis, dan memelihara identitas budayanya. Pengalaman itulah yang akan dibahas secara akademik dalam perspektif national resilience.

Seminar akan mengulas tiga isu utama, yakni perkembangan geopolitik global, ketangguhan dan kemandirian bangsa, serta ketahanan budaya sebagai fondasi identitas nasional.

Pembahasan tersebut menghadirkan Dr. Dina Sulaeman, S.S., M.Si., dosen Hubungan Internasional Universitas Padjadjaran dan pengamat geopolitik; Drs. Dian Wirengjurit, M.A., mantan Duta Besar RI untuk Iran periode 2012–2016; serta Hasan Zakaria, Lc., M.A., Ph.D., akademisi alumnus perguruan tinggi di Republik Islam Iran. Diskusi akan dipandu Syahrul Shahrial, S.Sos., M.Si.

Baca juga: DPW ABI Jawa Barat Silaturahmi ke DPP ABI, Perkuat Soliditas dan Arah Gerak Organisasi

Seminar ini juga menjadi bagian dari penguatan literasi geopolitik di ruang publik. Perkembangan internasional kini berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi dan energi hingga keamanan dan teknologi. Karena itu, kemampuan membaca perubahan global menjadi bekal penting dalam memperkuat wawasan kebangsaan.

Seminar ini terbuka bagi mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. Panitia mengundang seluruh elemen masyarakat yang memiliki perhatian terhadap isu-isu kebangsaan, geopolitik, dan ketahanan budaya untuk mengikuti forum diskusi ini.

Seminar akan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 09.00–12.00 WIB, di Kabuci Asih Putera, Jalan Kolonel Masturi No. 3, Cimahi.

Melalui forum ini, DPW ABI Jawa Barat ingin menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademik, diplomatik, dan pengalaman lapangan. Membaca pengalaman bangsa lain dipandang sebagai cara memperkaya cara pandang dalam memperkuat Indonesia yang berdaulat, berbudaya, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.

Panitia membuka pendaftaran hingga kuota peserta terpenuhi. Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Syahidil Islam di nomor 0851-5605-9180 atau melalui formulir pendaftaran yang telah disediakan. []

Baca juga: Aksi Damai DPW ABI Jawa Barat: Ratusan Massa Padati Gedung Merdeka, Suarakan Pembelaan Palestina di Tengah Guyuran Hujan