Daerah
DPW ABI Jawa Barat Siapkan Kader Hadapi Tantangan Informasi Publik Melalui Training Jurnalistik dan Kehumasan

Bandung, 15 Juni 2026 — Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (DPW ABI) Jawa Barat menggelar Pelatihan Jurnalistik dan Kehumasan selama dua hari, 13–14 Juni 2026, di Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Ar-Ridho, Banjaran, Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pengurus ABI dalam bidang komunikasi publik, jurnalistik, dan kehumasan. Pelatihan tersebut juga merupakan bentuk komitmen organisasi dalam membangun kader yang profesional, berintegritas, serta mampu menyampaikan informasi secara akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Baca juga: DPW ABI Jawa Barat Silaturahmi ke DPP ABI, Perkuat Soliditas dan Arah Gerak Organisasi
Pelatihan dibuka oleh Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI, Ustadz Ahmad Hidayat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya penguasaan media dan komunikasi sebagai bagian dari perjuangan membangun kesadaran publik.
“Pelatihan hari ini adalah pelatihan perlawanan. Pelatihan hari ini adalah pelatihan yang harus kita lakukan untuk membangun. Lewat mana? Lewat pandangan dunia tauhid kita,” ujar Ustadz Ahmad Hidayat.
Lebih lanjut ditegaskan Ustadz Ahmad bahwa, humas berfungsi sebagai mata organisasi yang bertugas membaca arah perkembangan zaman, memantau dinamika sosial, serta menangkap berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat.
“Humas mendengarkan aspirasi anggota, memahami kebutuhan masyarakat, menangkap dinamika ruang publik, dan menghimpun berbagai masukan yang diperlukan organisasi dalam mengambil keputusan yang tepat,” tegasnya.
Sebanyak 50 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka merupakan utusan dari berbagai elemen organisasi, meliputi Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ABI, Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang Muslimah ABI, serta Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang PANDU ABI dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Keberagaman latar belakang peserta mencerminkan kesadaran bersama akan pentingnya penguatan kapasitas komunikasi organisasi di tengah arus informasi yang semakin cepat, kompleks, dan kompetitif.
Untuk menjawab tantangan tersebut, pelatihan menghadirkan dua narasumber dari DPP Ahlulbait Indonesia, yakni Muhlisin Turkan dan Lutfi A. Basori. Keduanya merupakan Ketua dan Wakil Ketua Departemen Humas, Media, dan Penerangan (HMP) DPP ABI yang telah lama berkecimpung dalam dunia jurnalistik, komunikasi publik, serta pengelolaan media organisasi.
Dalam sesi pelatihan, peserta memperoleh pembekalan mengenai teknik penulisan berita, pengelolaan informasi organisasi, strategi kehumasan, etika jurnalistik, public speaking, manajemen konflik komunikasi, hingga penguatan fungsi media dan penerangan organisasi. Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan konsep, diskusi kelompok, studi kasus, dan simulasi praktik.
Pada sesi jurnalistik, Muhlisin Turkan menekankan bahwa media bukan hanya sebagai alat penyampai informasi, melainkan juga instrumen pembentuk kesadaran publik. Karena itu, menurutnya, seorang jurnalis harus memiliki keberpihakan yang jelas kepada fakta, kebenaran dan keadilan.
“Dalam jurnalistik tidak ada yang netral, semuanya pasti memihak. Namun, kita harus berdiri bersama pihak yang benar dan keadilan” kata Muhlisin.
Menurut Kang Ali, mewakili panitia penyelenggara, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas kader ABI dalam menjalankan Jihad Tabyin, yakni ikhtiar menghadirkan informasi dan penjelasan yang jernih, argumentatif, serta mencerahkan di tengah ruang publik yang semakin kompleks.
Di era digital, ketika arus informasi bergerak sangat cepat dan kerap diwarnai disinformasi, misinformasi, serta berbagai bentuk manipulasi opini, kemampuan literasi media dan komunikasi publik menjadi kebutuhan strategis bagi organisasi kemasyarakatan dan keagamaan. Karena itu, kader dituntut tidak hanya mampu mengonsumsi informasi secara kritis, tetapi juga memproduksi dan mendistribusikan informasi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Melalui pelatihan ini, DPW ABI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk membangun sumber daya manusia yang adaptif terhadap perkembangan media, cakap dalam komunikasi publik, serta mampu berkontribusi dalam menjaga kualitas ruang informasi. Komitmen tersebut sejalan dengan peran ABI sebagai organisasi keagamaan yang aktif mendorong penyebaran informasi yang akurat, edukatif, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. []
Baca juga: Ratusan Massa Serukan Keadilan untuk Palestina dalam Aksi Damai DPW ABI Jawa Barat







