Daerah
Aksi Damai DPW ABI Jawa Barat: Ratusan Massa Padati Gedung Merdeka, Suarakan Pembelaan Palestina di Tengah Guyuran Hujan
Bandung, 19 April 2026 — “Lagi lagi dan lagiiii!” Semangat membela Palestina kembali bergema di pusat Kota Bandung. Dewan Pimpinan Wilayah Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat kembali menggelar aksi damai pada Jumat sore (17/4/2026), menggelorakan solidaritas untuk kemerdekaan Palestina di depan Gedung Merdeka. Meskipun hujan mengguyur sejak sore hari, antusiasme ratusan peserta aksi tidak kunjung surut, dengan tekad yang kuat seluruh peserta sudah hadir dilokasi sejak pukul 15.00 WIB hingga rangkaian acara usai pada pukul 17.10 WIB. Dengan mengenakan atribut khas Palestina dan membawa puluhan poster serta spanduk, massa menyuarakan perlawanan terhadap penjajahan Zionis Israel.
Aksi damai kali ini menghadirkan enam orator yang secara bergantian membakar semangat para peserta. Mereka adalah Ust. Yusuf Anas, Ust. Diding (Ketua DPD ABI Kabupaten Majalengka), Ust. Fatwa Muhammad (Ketua DPD ABI Kabupaten Bandung), Ust. Husein Habsyi (Ketua DPD ABI Kota Bandung), Ust. Dr. Hasan Zakaria (Pengurus DPW ABI Jawa Barat), serta puncaknya oleh Ust. Saeful Yusuf selaku Ketua DPW ABI Jawa Barat.

Suasana membara mewarnai orasi demi orasi yang mengkritik keras kekejaman rezim Zionis serta kecaman terhadap negara-negara yang dianggap melindungi agresi tersebut. Penghujung acara dari aksi ini ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Sekretaris DPW ABI Jawa Barat, Deden Hermaddin, M.M. dihadapan massa beliau membacakan lima poin deklarasi dengan lantang.
“Bismillahirrahmanirrahim,”
Atas nama kemanusiaan, keadilan internasional, dan amanat konstitusi untuk menghapuskan segala bentuk penjajahan di atas dunia, kami dari DPW ABI Jawa Barat menyatakan sikap sebagai berikut:
- Kami mengutuk pendudukan sistematis dan kekerasan Zionis Israel terhadap bangsa Palestina serta menuntut kemerdekaan berdaulat dengan Yerusalem (Al-Quds) sebagai ibu kotanya. Kami menyerukan gerakan boikot, divestasi, dan sanksi global untuk melumpuhkan ekonomi rezim apartheid ini sebagai bentuk ujian nurani dunia dan tanggung jawab moral universal.
- Mengutuk peran pemerintah Amerika Serikat sebagai penyokong utama genosida dan menolak penggunaan hak veto PBB sebagai tameng kejahatan Israel. Sebaliknya, kami memberikan apresiasi tertinggi bagi Republik Islam Iran dan kekuatan perlawanan lainnya atas konsistensi melawan hegemoni AS-Zionis serta mendukung hak bela diri mereka dalam menghadapi provokasi ilegal di kawasan.
- Menuntut Pemerintah RI mengambil langkah hukum internasional paling tegas atas gugurnya prajurit TNI (UNIFIL) akibat serangan Israel. Kami juga mendesak Pemerintah untuk segera keluar dari keanggotaan Board of Peace (BOP) sebagai bentuk protes keras atas kegagalan lembaga tersebut dalam menghentikan agresi dan menciptakan perdamaian yang adil.
- Mengutuk keras segala bentuk kompromi kedaulatan yang membiarkan wilayah udara dan teritorial Indonesia digunakan sebagai pelintasan logistik atau manuver militer Amerika Serikat. Kami menuntut pemerintah menjaga harga diri bangsa dengan menutup celah sekecil apa pun bagi kekuatan asing yang menyokong genosida untuk menggunakan fasilitas nasional demi kepentingan hegemoni mereka.
- Menolak dengan keras segala bentuk upaya normalisasi hubungan diplomatik, ekonomi, maupun budaya dengan Israel. Tidak ada ruang bagi kompromi apa pun dengan penjajah selama bumi Palestina belum merdeka sepenuhnya dari cengkeraman Zionisme.
“Satu barisan, satu perjuangan, sampai Palestina Merdeka!”
Deklarasi yang menggelegar itu ditutup dengan yel-yel “Mampus Amerika !! Mampus Israel!!” yang menggema di kawasan Jalan Asia-Afrika, mengingatkan kembali pada semangat Konferensi Asia Afrika 1955 yang melahirkan Dasasila Bandung—sebuah warisan sejarah yang menolak segala bentuk penjajahan.
Aksi berjalan aman dan terkendali berkat koordinasi antara panitia dan aparat kepolisian setempat. Meskipun hujan terus mengguyur hingga akhir acara, tekad ribuan suara rakyat Bandung untuk Palestina tetap membara.
