Ikuti Kami Di Medsos

Kegiatan ABI

Karhutla Arjuno-Welirang, ABI Responsif Salurkan 100.800 Liter Air Bersih

Published

on

ABI Responsif menggelar misi kemanusiaan di Tambakwatu, Pasuruan, dengan menyalurkan 100.800 liter air bersih pada 20–25 Oktober 2026.
ABI Responsif menggelar misi kemanusiaan di Tambakwatu, Pasuruan, dengan menyalurkan 100.800 liter air bersih pada 20–25 Oktober 2026.

Pasuruan, 27 Oktober 2026 — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang mengganggu pasokan air bersih bagi warga Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sejumlah jalur dan saluran air bersih terputus akibat kebakaran, sehingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari turut terdampak.

Baca juga: Tim ABI Responsif Berangkat ke NTT Bantu Korban Gempa M 7,7

Merespons kondisi tersebut, ABI Responsif menggelar misi kemanusiaan dengan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak pada 20, 23, 24, dan 25 Oktober 2026. Selama empat hari pelaksanaan, total air bersih yang disalurkan mencapai 100.800 liter.

Ketua ABI Responsif, Husain Assyahid, mengatakan bahwa dampak karhutla tidak hanya berupa kebakaran kawasan hutan, tetapi juga gangguan terhadap akses layanan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.

“Dampak karhutla ini bukan hanya kebakaran hutan, tetapi juga terputusnya saluran air bersih yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Karena itu, kami berupaya membantu warga Tambakwatu dengan mendistribusikan air bersih dan menyediakan tempat penampungan sementara agar kebutuhan mereka tetap terpenuhi,” ujarnya.

Misi kemanusiaan dimulai pada 20 Oktober 2026 dengan asesmen di posko BPBD Cempaka–Jendela Langit dan Dusun Tambakwatu, Desa Tambaksari. Langkah ini dilakukan untuk memetakan kondisi lapangan sekaligus mengidentifikasi kebutuhan warga yang terdampak terputusnya saluran air bersih. Pada hari yang sama, tim menyalurkan 35.400 liter air bersih.

Distribusi berlanjut pada 23 Oktober dengan menyasar sejumlah rukun tetangga (RT) di Dusun Tambakwatu, antara lain RT 22, RT 23, dan RT 25. Tim juga memasang water bladder berkapasitas 10.000 liter di RT 25, yang terisi 5.000 liter air. Sementara itu, penampungan air berbentuk kolam atau water tank terisi 4.000 liter.

Baca juga: ABI Responsif Gelar Diklatsar Perdana Perempuan, Siapkan Kader Tangguh untuk Misi Kemanusiaan

Untuk mendukung distribusi, tim mengambil pasokan air dari truk tangki dan sumber air di Desa Pager. Total air bersih yang disalurkan pada hari tersebut mencapai 34.300 liter.

Pada 24 Oktober, ABI Responsif melanjutkan penanganan dengan memasang water tank berkapasitas 9 meter kubik di Dusun Tambakwatu. Distribusi pada hari itu mencapai 12.500 liter air bersih.

Upaya pemenuhan kebutuhan air warga kembali dilakukan pada 25 Oktober dengan penyaluran 18.600 liter air bersih. Dengan tambahan tersebut, akumulasi distribusi selama empat hari pelaksanaan misi kemanusiaan mencapai 100.800 liter.

Baca juga: TOT ABI Responsif Cetak 15 Instruktur Diklatsar di Malang

Terputusnya saluran air bersih memperlihatkan bahwa dampak karhutla dapat meluas melampaui kerusakan lingkungan dan mengganggu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan air menjadi penting untuk berbagai keperluan rumah tangga, mulai dari minum dan memasak hingga menjaga kebersihan.

Dalam kondisi akses distribusi yang terganggu, pasokan melalui truk tangki dan penyediaan penampungan sementara menjadi langkah tanggap darurat untuk membantu warga memperoleh air bersih selama pemulihan akses belum tuntas.

Melalui misi kemanusiaan ini, ABI Responsif berupaya meringankan beban warga Dusun Tambakwatu yang terdampak karhutla Gunung Arjuno-Welirang. Respons tersebut menegaskan pentingnya penanganan dampak lanjutan bencana, terutama ketika gangguan lingkungan turut mengancam terpenuhinya kebutuhan paling mendasar masyarakat. []

Baca juga: Gandeng ABI Responsif dan Rumah Solusi, MWC NU Kedungkandang Perkuat Kader Tanggap Darurat